Ramai di TikTok, dibukanya Karen's Diner di Jakarta ternyata tak mendapat sambutan positif dari publik. Banyak yang menyebut konsepnya berakhir dengan kesan terlalu memaksakan.
Komentar semacam itu berdatangan setelah TikTok dibanjiri video Karen's Diner Jakarta. Video-video ini mulai meramaikan TikTok sejak Kamis (15/12/2022).
Dalam salah satu videonya, diperlihatkan ketika seorang pelayan mengatai pengunjung. Sambil berlalu, ia berteriak, "Muka lo tuh kayak pantat panci!"
Selain itu, terekam pula momen ketika pelayan lainnya berbicara menggunakan mikrofon, memaki-maki pengunjung. Ada juga kejadian saat pelayan menumpahkan sambal ke piring pembeli hingga ikut menyantap makanan pembeli.
Ketika pembeli komplain makanan yang datang tak sesuai pesanan pun, pelayan menolak untuk menggantinya dan menyuruh pembeli untuk langsung komplain ke bagian dapur.
Di beberapa video juga ditunjukkan beberapa pembeli yang kepalanya dipasani kertas bertulikan bermacam-macam ejekan.
Konsep Karen's Diner Jakarta, yang bersumber dari rumah makan di Australia ini pun menuai beragam komentar. Namun, sejauh ini banyak yang mencibirnya.
Tak sedikit yang beranggapan bahwa Karen's Diner Jakarta terlalu memaksakan supaya seperti pelayanan judes di Australia, tetapi malah berakhir mirip ospek zaman dulu, di mana para senior sering mem-bully junior.
Komentar tersebut salah satunya diungkapkan pengguna Twitter lewat akun @tanyakanrl. Pengirim mengunggah tangkapan layar video TikTok di mana seorang pelayan Karen's diner Jakarta menampilkan ekspresi wajah jutek.
Baca Juga: Sisca Kohl dan Jess No Limit Unboxing Oleh-Oleh dari Aliyyah: Dua Kotak Besar Isinya Happiness Semua
"IMO, menurut aku Karen's di indo kurang bgt wkwk jatohnya malah kek ospek, gak tau kalo kata kalian gimana," tulisnya, Jumat (16/12/2022).
Sama seperti pengirim cuitan tersebut, para pengguna Twitter yang lain sepakat menilai, sikap judes para pelayan Karen's Diner Jakarta berlebihan dan terkesan dipaksakan.
"Maksa bgt njirr," cuit seorang netizen.
"Jatuhnya cringe sih tapi saya maklumi perjuangan seorang pekerja," tambah yang lain.
"Vibesnya kurang. sorry to say, malah jadi kaya krik," ungkap lainnya.
Ada juga yang menilai, "Udahlah namanya juga awalan, masih belom proper wkwk."