Sosok Fajar Sad Boy viral di media sosial gegara unggahannya di TikTok yang tengah menangis patah hati ditinggal kekasih. Dalam unggahannya itu, remaja berusia 15 tahun itu mengaku bahwa perempuan yang dicintainya tidak pernah membalas pesannya dari awal bulan Oktober.
“Dari awal Oktober saya punya chat dia read (baca) terus dia tak pernah balas,” kata Fajar dalam unggahannya .
Sejak saat itulah, warganet menjulukinya sebagai "sad boy". Videonya yang viral di media sosial membuat Fajar lantas diundang ke berbagai program televisi dan podcast artis, salah satunya Denny Cagur.
Ketika diwawancarai oleh Denny Cagur, Fajar Sad Boy kerap menggunakan syair untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Entah hal itu disengaja atau tidak, namun kalimat yang diucapkannya selalu memiliki rima yang bagus.
"Orang berjuang akan kalah dengan orang yang beruang," kata Fajar, dikutip dari Youtube Denny Cagur TV, Selasa (27/12/2022).
"Perjuangan saya kalah dengan lelaki glowing, sedangkan saya hanya lelaki yang sering smoking. Dia membeli RX King, saya hanya sekadar membeli pancing," kata Fajar lanjut bersyair ketika menceritakan perjuangannya menempuh jarak 200 km untuk menemui kekasihnya.
"Dia yang telah berdua, saya yang telah berdarah. Dia yang telah menikmati, saya yang dia sakiti. Akhir cerita, dia yang di pelaminan, saya yang menjadi tamu undangan," lanjutnya lagi.
Kalimat berima yang diucapkan Fajar dinilai warganet sangat indah dan rapi. Tak sedikit yang memuji kepandaian remaja asal Gorontalo tersebut dalam merangkai kata.
"Saat Fajar bersyair depan Denny Cagur. Rimanya rapihh," kata akun Twitter @mesindiesellam1, Selasa (27/12/2022).
"Fajar puitis banget gokil," komentar salah satu warganet.
Baca Juga: Ikut-ikutan Siapkan Kader jadi Menteri, PAN: Kami Hanya Bisa Menunggu, Tak Perlu Mendesak Presiden
"Orang kalo lagi galau tingkat kepuitisannya is another level, asli," balas warganet yang lain.
"Vicky Prasetyo lewat," tambah warganet lainnya.
"Guru bahasa Indonesianya siapa, sih?" tanya warganet, penasaran.
Setuju, nggak, sih, kalau kemampuan berbahasa Fajar memang bagus?