Belakangan ini media sosial tengah dihebohkan dengan viralnya video di mana dua siswi SD di Bogor menangis mengaku hampir menjadi korban penculikan anak.
Sembari menangis tersedu-sedu, mereka menjelaskan kronologi penculikan yang terjadi saat hendak pulang dari sekolah. Namun penculikan itu gagal atas bantuan seorang wanita tak dikenal.
Tapi pada kenyataannya, dua siswi yang berasal dari Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu rupanya memberikan keterangan yang tidak benar alias berbohong.
Polsek Gunung Sindur yang menangani kasus pun sudah memberikan konfirmasi lewat Instagram resmi.
"Hasil dari penelusuran dan keterangan dari kedua anak tersebut bahwa berita tersebut adalah TIDAK BENAR/ BERITA BOHONG/ HOAX," tulis Polsek Gunung Sindur pada caption postingan Instagram @humaspolsekgunungsindur.
Yang sebenarnya terjadi adalah kedua anak tersebut pulang sekolah lebih awal kemudian bermain sampai lupa waktu.
Karena takut dimarahi orangtua karena terlambat pulang ke rumah, kedua anak tersebut lantas mengarang cerita kalau mereka telah menjadi korban penculikan.
"Adapun yang sebenarnya terjadi adalah kedua anak tersebut pulang sekolah lebih awal kemudian kedua anak tersebut bermain sampai lupa waktu hingga akhirnya mereka takut untuk pulang ke rumah karena akan dimarahi oleh orang tua mereka, selanjutnya kedua anak tersebut mengarang cerita kalau mereka berdua telah menjadi korban penculikan," demikian kronologi sebenarnya.
Polsek Gunung Sindur turut menampilkan klarifikasi dari orangtua dan dua siswi yang bersangkutan.
Baca Juga: Sudah Pakai Kaki Palsu, Suti Karno Siap Syuting Si Doel Lagi
“Kami selaku orang tua dari anak kami yaitu Kaila dan Anggun dengan ini mengkalrifikaasi video tentang penculikan itu tidak benar, yang sebenarnya terjadi mereka terlambat pulang sekolah setelah bermain," ucap ayah dari siswi SD tersebut, dikutip dari video klarifikasi.