Beredar kabar yang menarasikan bahwa Puan Maharani disandera dan gedung DPR berhasil dikuasai massa.
Kabar tersebut disebarkan oleh akun Youtube dengan 230 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 29 Maret 2023.
"Sandera Puan MaharKesabaran Habis, Jelang Magrib Massa Berhasil Ambil Alih Gedung Dpr Ri" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Kamis (30/3/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi berikut:
"GEDUNG DPR RI DI AMBIL ALIH
JELANG BUKA PUASA SERIKAT BURUH MAHASISWA BERHASIL KUASAI GEDUNG"
Namun begitu, apakah benar Puan Maharani disandera dan gedung DPR berhasil dikuasai massa?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, tidak ditemukan adanya keselarasan antara narasi dalam judul dan thumbnail dengan isi video.
Video tersebut sama sekali tidak menampilkan atau menunjukkan bukti bahwa Puan Maharani disandera dan gedung DPR berhasil dikuasai massa.
Baca Juga: Bukber Geng Mamayu Jadi Sorotan, Aurel Hermansyah Panen Pujian: Mama Nur Si Tepat Waktu
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Puan Maharani disandera dan gedung DPR berhasil dikuasai massa.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan Puan Maharani disandera dan gedung DPR berhasil dikuasai massa merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].