Beredar kabar yang menarasikan bahwa Rafael Alun Trisambodo tidak ingin dijebloskan ke penjara sendirian sehingga mencatut nama tokoh pelindunginya.
Kabar tersebut disebarkan oleh akun Youtube dengan 804 ribu pengikut bernama POLITIK NUSANTARA melalui sebuah video yang diunggah pada 2 April 2023.
"TAK MAU DI JEBLOSKAN SENDIRIAN KE PENJARA..RAFAEL SAMBO CATUT NAMA TOKOH BESAR YANG MELINDUNGINYA !!" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Senin (3/4/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"TAK MAU DI JEBLOSKAN SENDIRIAN KE PENJARA
RAFAEL ALUN CATUT NAMA2 TOKOH BESAR YG MELINDUNGINYA"
Namun begitu, apakah benar Rafael Alun Trisambodo catut nama tokoh besar yang melindunginya karena tak mau dipenjara sendirian?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, tidak ditemukan adanya keselarasan antara narasi dalam judul dan thumbnail dengan isi video.
Video tersebut sama sekali tidak menampilkan atau menunjukkan bukti bahwa Rafael Alun Trisambodo catut nama tokoh besar yang melindunginya karena tak mau dipenjara sendirian.
Baca Juga: Emosi hingga Geleng-geleng Kepala saat Disebut 'Lord' Oleh Haris dan Fatia, Luhut: Keterlaluan!
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Rafael Alun Trisambodo catut nama tokoh besar yang melindunginya karena tak mau dipenjara sendiri.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan Rafael Alun Trisambodo catut nama tokoh besar yang melindunginya karena tak mau dipenjara sendiri merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].