Dari datangnya masalah bertubi-tubi itu, Abidzar, yang kala itu masih sangat muda, tak sanggup melihat Umi Pipik berjuang seorang diri meski ia yakin ibunya itu pasti sanggup.
"Kayak tiba-tiba dikasih, 'Nih, ayo bergerak,' dan itu yang gue gerakin sampai sekarang," ucap Abidzar.