Beredar kabar yang menarasikan bahwa terdapat seorang Jenderal yang menjadi pemasok senjata untuk Mustopa NR (60), pelaku penembakan di Kantor MUI Pusat.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 336 ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 8 Mei 2023.
"TERNYATA PEMASOK SENJATA TERSANGKA PENEMBAK MUI ADALAH JENDRAL" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Selasa (9/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"MAJELIS ULAMA INDONESIA PUNYA BUKTI BARU
TERNYATA PEMASOK SENJATA DARI SEORANG JENDRAL"
Namun begitu, apakah benar terdapat seorang Jenderal yang memasok senjata untuk Mustopa NR (60), pelaku penembakan di Kantor MUI Pusat?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait seorang jenderal yang memasok senjata untuk Mustopa NR.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa senjata yang digunakan Mustopa NR untuk melakukan penembakan di Kantor MUI merupakan hasil pasokan dari seorang jenderal.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan terdapat seorang Jenderal yang memasok senjata untuk Mustopa NR (60), pelaku penembakan di Kantor MUI Pusat.
Berdasarkan rilis kepolisian, senjata yang digunakan oleh Mustopa NR untuk melakukan penembakan di Kantor MUI didapatkan dari seseorang berinisial H yang berprofesi sebagai penjual air soft gun dan air gun.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi terdapat seorang Jenderal yang memasok senjata untuk Mustopa NR merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].