Beredar kabar yang menarasikan bahwa sejumlah saksi membongkar kasus penembakan yang dilaporkan oleh Habib Bahar bin Smith sebagai rekayasa.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 205 ribu pengikut bernama SEPUTAR INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 18 Mei 2023.
"BAHAR SMITH TAK TERTOLONG ! 15 SAKSI BONGKAR REKAYASA KASUS P3N3MB4K4N..." begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Jumat (19/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"BAHAR SMITH TAK TERTOLONG
15 SAKSI BONGKAR REKAYASA KASUS PEN3MBAKAN HBS"
Namun begitu, apakah benar terdapat 15 saksi yang membongkar kasus penembakan Habib Bahar sebagai kasus rekayasa?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait adanya saksi yang membongkar kasus penembakan Habib Bahar sebagai rekayasa.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa 15 saksi bongkar rekayasa kasus penembakan Habib Bahar.
Baca Juga: Dimulai Tahun 2024, Proyek Modernisasi Pelabuhan Gilimanuk Anggarkan Rp 360 Miliar
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan 15 saksi bongkar rekayasa kasus penembakan Habib Bahar.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan terdapat 15 saksi bongkar rekayasa kasus penembakan Habib Bahar merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].