Beredar kabar yang menarasikan bahwa terdapat seorang Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) yang membayar dokter untuk menghilangkan bukti penembakan Habib Bahar bin Smith.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 240 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 23 Mei 2023.
"KetahuanIrjenpol Bayar Dokter Visum Untuk Menghilangkan Bukti Pen3mbakan Habib BaharViral News~" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Selasa (23/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"FAKTANYA BENAR ADA LUKA TEMBAK
DOKTER VISUM SUDAH DI BAYAR IRJEN POLRI AGAR KEJAHATANNYA TAK DI KETAHUI"
Namun begitu, apakah benar seorang Irjen Pol ketahuan membayar dokter untuk menghilangkan bukti penembakan Habib Bahar?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Irjen Pol yang membayar dokter untuk menghilangkan bukti penembakan Habib Bahar.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa terdapat seorang Irjen Pol yang membayar dokter untuk menghilangkan bukti penembakan Habib Bahar.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan terdapat Irjen Pol yang membayar dokter untuk menghilangkan bukti penembakan Habib Bahar.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan terdapat seorang Irjen Pol yang membayar dokter untuk menghilangkan bukti visum penembakan Habib Bahar merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].