Beredar kabar yang menarasikan bahwa terdapat enam jenderal yang ditangkap karena terlibat kasus dan menjadi beking Panji Gumilang, pimpinan Ponpes Al Zaytun.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 116 ribu pengikut bernama Lintas Informasi melalui sebuah video yang diunggah pada 30 Juni 2023.
"GEGER MALAM INI || APARAT TANGKAP 6 JENDRAL INI, TERBUKTI BEKINGAN PANJI GUMILANG KASUS AL ZAYTUN?" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (2/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail yang telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"6 JENDRAL DITANGKAP !!
TERBUKTI IKUT TERLIBAT DIKASUS PANJI AL ZAYTUN"
Namun begitu, apakah benar terdapat 6 jenderal yang ditangkap terkait Panji Gumilang dan Al Zaytun?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait enam jenderal yang ditangkap.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa terdapat enam jenderal yang menjadi beking Panji Gumilang.
Baca Juga: 5 Bentuk Miss V 'Normal' Menurut Dokter Obgyn, Kalau Asimetris Bagaimana?
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita atau pun bukti kredibel yang menyatakan terdapat enam jenderal ditangkap karena terlibat dengan Panji Gumilang.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'GEGER MALAM INI || APARAT TANGKAP 6 JENDRAL INI, TERBUKTI BEKINGAN PANJI GUMILANG KASUS AL ZAYTUN?' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].