Beredar kabar yang menarasikan bahwa Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang pernah menjadi dukun cabul di Gresik, Jawa Timur.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 244 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 1 Juli 2023.
"Rekam Jejak Panji Gumilang TerungkapTernyata Pernah Jadi Dukun Cbul Di Gresik, Banyak Korban" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (2/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail yang telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"SEMPAT JADI DUKUN CABUL DI GRESIK
REKAM JEJAK PANJI GUMILANG TERUNGKAP JELAS"
Namun begitu, apakah benar Panji Gumilang pernah menjadi dukun cabul di Gresik?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Panji Gumilang yang sempat jadi dukun cabul.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Panji Gumilang sempat menjadi dukun cabul.
Baca Juga: Pengguna Twitter Harus Bayar Rp1,25 Juta Demi Scrolling Tetap Lancar
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita atau pun bukti kredibel yang menyatakan Panji Gumilang sempat menjadi dukun cabul di Gresik.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'SEMPAT JADI DUKUN CABUL DI GRESIK, REKAM JEJAK PANJI GUMILANG TERUNGKAP JELAS' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].