Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda akhirnya buka suara usai perselingkuhan yang menghebohkan publik. Dalam video yang diunggah di Youtube Jeje dan Nanas Channel, Syahnaz Sadiqah mengaku menyesal dan meminta maaf atas tindakannya yang berselingkuh dari Jeje Govinda. Syahnaz Sadiqah juga mengakui dirinya kurang menghargai dan bersyukur karena telah memiliki keluarga dan suami yang baik.
Terkait hal tersebut, Pakar Mikro Ekspresi, Kirdi Putra mengungkapkan analisisnya terhadap gerakan tubuh dan ekspresi Syahnaz Sadiqah. Kirdi mengungkapkan bahwa dari analisisnya, terlihat bahwa keduanya, baik Syahnaz Sadiqah maupun Jeje Govinda, terlihat cemas. Namun, menurut Kirdi, yang paling terlihat gugup adalah Syahnaz.
"Perhatikan dari awal, dia terus memainkan tangannya. Kemudian ketika Jeje mengemukakan bahwa 'hey semua orang bisa salah lah', dia memilih untuk menyelesaikan secara internal, baru gerakannya agak berkurang. Tandanya dia sudah mulai bisa mengatasi kegugupannya ketika Jeje sudah bisa berbicara seperti itu," ujar Kirdi yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Intens Investigasi, Senin (10/7/2023).
Lebih lanjut, Kirdi menyampaikan bahwa terlihat ada kekhawatiran dari Syahnaz Sadiqah terkait apa yang akan diucapkan oleh Jeje Govinda.
Kata dia, saat Syahnaz Sadiqah berbicara, terdapat perhatian terhadap bagian atas dan bawah wajahnya. Kirdi menuturkan saat bagian bawah wajahnya ditutup, terlihat bahwa ketika dia berbicara tentang penyesalan dan tidak bersyukur memiliki keluarga yang baik, serta suami yang baik, terdapat senyuman tertahan yang terlihat.
Menurut Kirdi, jika berbicara tentang penyesalan, seharusnya ekspresi dasar yang terlihat adalah campuran antara rasa takut dan sedih. Namun, hal tersebut tidak terlihat pada Syahnaz.
"Bagi saya, dia menyesal, tapi pertanyaannya adalah menyesalnya karena alasan apa. Menyesal bisa menjadi akibat dia menyadari kesalahannya atau ketahuan," ucap Kirdi.
Bahkan ia menyebut pernyataan yang dikeluarkan Syahnaz Sadiqah adalah self defense atau metode pertahanan diri untuk mengatasi ketidaknyamanan yang sedang terjadi.
"Sehingga kata-kata yang keluar adalah self-defense. Dalam psikologi, self-defense adalah metode pertahanan diri untuk mengatasi ketidaknyamanan yang sedang terjadi karena dia ketahuan dan harus berhadapan dengan publik, pasangan, dan keluarga sebagai konsekuensi dari tindakannya. Pada pandangan saya, apa yang terlihat dari Syahnaz adalah self-defense yang keluar," kata dia.
Baca Juga: Viral Detik-detik Prajurit TNI Jatuh Saat Terjun Payung di Kabupaten Maros
Selain itu Kirdi juga menyoroti kata-kata Syahnaz Sadiqah yang membicarakan soal kesalahan. Kata dia, Syahnaz Sadiqah banyak menggunakan kata-kata yang bersifat tidak langsung seperti kata mungkin. Kata Kirdi, jika Syahnaz Sadiqah mengakui kesalahannya seharusnya mengatakan 'salah salah atau saya mengaku salah'.
"Ketika dia membicarakan kesalahan yang dia lakukan, banyak kata-kata yang diucapkan Syahnaz yang bersifat tidak langsung. Bukan kata-kata yang mengakui kesalahannya secara langsung, seperti 'saya salah' atau 'saya mengaku salah karena melanggar komitmen.' Kata-kata yang digunakan masih bersifat 'mungkin' dan masih terdapat jarak. Dia masih belum sepenuhnya mengakui keterlibatannya," ungkap Kirdi.
"Jika dia benar-benar ingin insyaf, insyaf dan penyesalan itu berbeda. Belum tentu sama. Jika seseorang insyaf, kemungkinan besar dia akan mengakuinya. Namun, dalam hal ini, saya masih meragukan (Syahnaz Insyaf)," tandasnya.