Beredar kabar yang menarasikan bahwa Densus 88 temukan bukti Al Zaytun jadi sarang teroris.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 203 ribu pengikut bernama RODA POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 13 Juli 2023.
"PANJI GUMILANG PANIK DENSUS 88 TEMUKAN BUKTI MENGEJUTKAN TERNYATA AL ZAYTUN JADI SARANG TERORIS" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Kamis (13/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"TERBUKTI JADI SARANG TERORIS
DENSUS 88 TEMUKAN BUKTI MENGEJUTKAN DI AL ZAYTUN"
Namun begitu, apakah benar Densus 88 temukan bukti Al Zaytun jadi sarang teroris?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Densus 88 yang menemukan bukti Al Zaytun jadi sarang teroris.
Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Al Zaytun jadi sarang teroris.
Baca Juga: Terkuak! Ternyata Ini Alasan Zayn Malik Keluar dari One Direction
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau berita kredibel yang menyatakan bahwa Densus 88 temukan bukti Al Zaytun jadi sarang teroris.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'PANJI GUMILANG PANIK DENSUS 88 TEMUKAN BUKTI MENGEJUTKAN TERNYATA AL ZAYTUN JADI SARANG TERORIS' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].