Walau Diklaim Aman, Pakar: Air Limbah Nuklir yang Dibuang Jepang ke Laut Bisa Picu Kanker

Mamagini | Suara.com

Selasa, 05 September 2023 | 20:35 WIB
Walau Diklaim Aman, Pakar: Air Limbah Nuklir yang Dibuang Jepang ke Laut Bisa Picu Kanker
Ilustrasi reaktor nuklir. (Pexels)

Jepang telah memulai pembuangan air limbah radioaktif berisi tritium dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami pada akhir Agustus lalu.

Langkah ini telah menimbulkan keprihatinan dari negara-negara tetangga Jepang, serta Meksiko dan negara-negara di Amerika Latin. Meskipun demikian, otoritas Jepang memastikan bahwa prosedur ini aman.

Namun, ahli-ahli memperingatkan bahwa keberadaan tritium dalam air, bahkan dalam konsentrasi rendah, dapat meningkatkan risiko kanker sebanyak lebih dari 500%.

Demikian diungkapkan oleh ahli oseanografi dari Universitas Negeri Moskow, Sergey Mukhametov, dilansir dari Sputnik.

Sementara itu, mengenai efek jangka panjang dari jumlah jejak isotop hidrogen ini yang terdapat dalam air pendingin yang disaring yang dibuang dari situs nuklir Fukushima, para ilmuwan masih harus menentukannya.

Menurut para ahli, kesimpulan ini diambil dari penelitian oleh ilmuwan Amerika David Kocher dan Owen Hoffman dari Oak Ridge Center for Risk Analysis.

Penelitian mereka menghasilkan penilaian risiko seumur hidup terkait dengan insiden kanker yang terkait dengan standar air minum untuk tritium yang ditetapkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (USEPA).

Sebelumnya, perusahaan listrik Tokyo Electric Power Company (TEPCO), operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi yang rusak (Fukushima-1), mendeteksi tritium (T, atau 3H - zat radioaktif) dalam air laut di sepanjang pantai timur laut pelabuhan yang berdekatan dengan fasilitas tersebut.

Ini adalah deteksi pertama tritium sejak dimulainya pelepasan air radioaktif berkualitas rendah yang telah diolah.

Menurut TEPCO, air laut di sekitar fasilitas tersebut memiliki tingkat tritium di bawah 10 becquerel per liter, jauh di bawah batas yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 700 becquerel dan ambang batas air minum yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 10.000 becquerel.

Pada akhir Agustus, operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Jepang mengumumkan bahwa mereka akan memulai rencana untuk melepaskan lebih dari satu juta ton air radioaktif yang telah diolah dan sangat diencerkan dari pabrik yang rusak ini ke Samudera Pasifik. Tokyo berargumen bahwa air yang telah diolah perlu dibuang karena mendesak untuk membebaskan ruang di fasilitas Fukushima.

Keputusan Jepang untuk membuang air nuklir yang telah diolah ke Samudera Pasifik telah memicu penolakan sengit dari penduduk setempat, masyarakat kemanusiaan internasional, serta dari Tiongkok, Korea Selatan, dan negara-negara tetangga lainnya di wilayah tersebut, yang khawatir akan kontaminasi radioaktif.

Badan Tenaga Atom Internasional berpendapat bahwa air buangan yang telah diolah tersebut akan memiliki dampak radiologis yang sangat kecil pada manusia dan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bertabur Bintang, Skuat Timnas Jepang Ramai Diisi Pemain Abroad

Bertabur Bintang, Skuat Timnas Jepang Ramai Diisi Pemain Abroad

| Sabtu, 02 September 2023 | 16:27 WIB

Kerap Teledor, Shin Tae-yong Kecewa dengan Wasit Jepang Hiroki Kasahara

Kerap Teledor, Shin Tae-yong Kecewa dengan Wasit Jepang Hiroki Kasahara

| Minggu, 27 Agustus 2023 | 14:48 WIB

Ekspresi Arhan saat Dipeluk Mertua Disebut Tak Bahagia, Netizen: Waktu yang Bicara

Ekspresi Arhan saat Dipeluk Mertua Disebut Tak Bahagia, Netizen: Waktu yang Bicara

| Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:23 WIB

Terkini

Viral Video Menkeu Bagi-bagi Dana Hibah di Tiktok, BRI Klarifikasi: HOAKS!

Viral Video Menkeu Bagi-bagi Dana Hibah di Tiktok, BRI Klarifikasi: HOAKS!

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:11 WIB

PT Pertamina Training and Consulting Gelar RUPS Tahun Buku 2025, Bertransformasi di Tengah Fluktuasi

PT Pertamina Training and Consulting Gelar RUPS Tahun Buku 2025, Bertransformasi di Tengah Fluktuasi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:10 WIB

Minta Polri-PPATK Bongkar Sosok Pemodal Judol di Jakbar, Sahroni: Tak Mungkin 321 WNA Gerak Sendiri!

Minta Polri-PPATK Bongkar Sosok Pemodal Judol di Jakbar, Sahroni: Tak Mungkin 321 WNA Gerak Sendiri!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:08 WIB

Kisah Dante Berlanjut, Devil May Cry Season 2 Tayang 12 Mei di Netflix

Kisah Dante Berlanjut, Devil May Cry Season 2 Tayang 12 Mei di Netflix

Your Say | Senin, 11 Mei 2026 | 14:05 WIB

20 Bulan Jadi Buronan, Kahar Ditangkap di Kota Parepare

20 Bulan Jadi Buronan, Kahar Ditangkap di Kota Parepare

Sulsel | Senin, 11 Mei 2026 | 14:04 WIB

Lupakan LCGC Sempit! MPV Jepang Ini Punya Captain Seat Harga 70 Jutaan.Saja

Lupakan LCGC Sempit! MPV Jepang Ini Punya Captain Seat Harga 70 Jutaan.Saja

Otomotif | Senin, 11 Mei 2026 | 14:02 WIB

Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak

Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:02 WIB

Kurban Kambing Bisa untuk Berapa Orang? Ini Ketentuannya

Kurban Kambing Bisa untuk Berapa Orang? Ini Ketentuannya

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 14:02 WIB

Kronologi Lengkap Pria Depok Ngamuk Bumper Ambulans, Berawal dari Cekcok Soal Lampu Rotator

Kronologi Lengkap Pria Depok Ngamuk Bumper Ambulans, Berawal dari Cekcok Soal Lampu Rotator

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:01 WIB

Butuh Suntikan Modal Usaha? BRI Sudah Kucurkan Rp31,4 Triliun KUR, Simak Cara Dapatnya

Butuh Suntikan Modal Usaha? BRI Sudah Kucurkan Rp31,4 Triliun KUR, Simak Cara Dapatnya

Bri | Senin, 11 Mei 2026 | 13:59 WIB