Sebuah akun YouTube bernama HBS TIMNAS membuat unggahan dengan narasi hoaks yang menyatakan bahwa pelatih Chinese Taipei U-23, Tseng Tai Lin, menuntut pertandingan melawan Timnas Indonesia U-23 dalam laga grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2024 diulang.
Dalam unggahan tersebut, pelatih Chinese Taipei disebut merasa dicurangi oleh wasit.
Unggahan dengan muatan narasi tidak benar itu diunggah oleh akun HBS TIMNAS pada Minggu (10/9/23).
Unggahan tersebut menggunakan judul hoaks berupa narasi "BIKIN PUBLIK SE-ASIA NGAKAK !! Sampai Segininya Pelatih China Taipei MINTA LAGA vs Timnas DIULANG"
Selain judul bermuatan narasi yang tidak benar, unggahan tersebut juga menggunakan thumbnail berupa gambar telah direkayasa dengan narasi hoaks sebagai berikut: "KITA DICURANGI WASIT...
PERNYATAAN KONYOL DAN GAK MASUK AKAL CHINA TAEPEI TUNTUT LAGA DIULANG
PELATIH CHINA TAIPEI LANGSUNG NGOMONG GINI USAI DIBANTAI VS TIMNAS INDONESIA"
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan berita kredibel yang menyatakan bahwa pelatih Chinese Taipei, Tseng Tai Lin, menuntut pertandingan melawan Timnas Indonesia U-23 diulang karena merasa dicurangi wasit.
Selain itu, hingga saat ini pada Minggu (10/9/23), pelatih Chinese Taipei Tseng Tai Lin tidak pernah mengungkapkan ingin mengulang pertandingan melawan Timnas Indonesia U-23 karena merasa dicurangi wasit.
Faktanya, pelatih Chinese Taipei U-23 Tseng Tai Lin justru mengakui kehebatan Timnas Indonesia U-23 dan memberikan selamat atas kemenangan anak asuh Shin Tae-yong.
Baca Juga: Brace ke Gawang China Taipe Jadi Kado Terindah bagi Marselino Ferdinan
Sehingga dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan 'KITA DICURANGI WASIT...
PERNYATAAN KONYOL DAN GAK MASUK AKAL CHINA TAEPEI TUNTUT LAGA DIULANG
PELATIH CHINA TAIPEI LANGSUNG NGOMONG GINI USAI DIBANTAI VS TIMNAS INDONESIA' merupakan narasi yang salah.
Unggahan tersebut memuat informasi Hoaks dan tidak benar.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].