Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
Film Pesta Babi. (Instagram/watchdoc_insta)
baca 10 detik
  • Guru Besar UGM Zainal Amenyoroti potensi kriminalisasi terhadap pembuat film dokumenter Pesta Babi di Yogyakarta.
  • Mama Sinta melaporkan Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya terkait publikasi film dokumenter yang memicu polemik.
  • Zainal menegaskan dokumenter merupakan karya subjektif sehingga penggunaan instrumen hukum dalam kasus ini dinilai bernuansa politik.

Suara.com - Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar alias Uceng, berbicara mengenai adanya potensi kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan film dokumenter 'Pesta Babi'.

Langkah hukum ini dikhawatirkan mencuat menyusul adanya laporan kepolisian terkait publikasi film tersebut.

Adapun laporan itu dibuat oleh tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Mowend alias Mama Sinta. Salah satu tokoh di dalam film Pesta Babi itu melaporkan Ketua LBH Merauke berinisial JTW ke Polda Metro Jaya.

Uceng menilai pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan film dokumenter itu seharusnya tidak menghadapi persoalan hukum.

"Secara normatif saya sulit membayangkan ya (kriminalisasi), karena yang namanya film dokumenter adalah memotret realitas dari perspektif sutradaranya," kata Uceng ditemui di sela-sela forum Konferensi Republik di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, unsur subjektivitas dalam sebuah karya dokumenter bukanlah sesuatu yang keliru. Bahkan dalam praktik jurnalistik, kata Uceng, setiap orang yang memotret realitas tetap membawa sudut pandang tertentu yang menjadi bagian dari proses penyampaian informasi.

"Kita semua tahu itu, subjektif kah itu ya subjektif. Apa bahkan kadang-kadang wartawan juga begitu kan memotret realitas kan pakai subjektivitasnya gitu dan itu bagian dari produk informasi dan enggak salah gitu," ujarnya.

Berbeda dengan praktik jurnalistik yang mengenal prinsip cover both sides, film dokumenter tidak bermain di ranah tersebut.

Menurut dosen di Fakultas Hukum UGM ini, dokumenter bekerja melalui perspektif dan sudut pandang pembuat film sehingga tidak bisa dinilai dengan ukuran yang sama seperti pemberitaan media.

baca juga

Meski demikian, Uceng mengaku memiliki kekhawatiran apabila negara menggunakan kewenangan dan posisi hukumnya untuk memperkarakan pihak-pihak yang terlibat dalam film tersebut.

Menurutnya, apabila hal itu terjadi maka persoalannya tidak lagi semata-mata soal hukum.

Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar alias Uceng. (Suara.com/Hiskia)
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar alias Uceng. (Suara.com/Hiskia)

"Nah yang menarik memang adalah yang kita khawatirkan kalau negara menggunakan narasi kekuasaannya. Negara menggunakan dalam tanda kutip ya, kelebihan kedudukannya secara hukum untuk kemudian memperkarakan," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa jika instrumen hukum dipakai untuk menindak para pembuat film, maka persoalan tersebut lebih tepat dibaca sebagai masalah politik.

"Kalau secara hukum sih saya enggak melihat (potensi bisa dikriminalisasi) karena itu bagian dari riset, bagian dari analisis," tegasnya.

Meski menilai posisi hukum para pembuat film relatif aman secara normatif, Uceng mengingatkan bahwa situasi politik kerap membuat perhitungan hukum tidak selalu berjalan ideal.

"Artinya harusnya secara normatif aman enggak ada masalah, harusnya secara normatif. Tapi di tengah negara yang seperti ini biasanya jangan-jangan hitungan kita enggak bisa normatif mulu kan? Jangan-jangan hitungannya masuk unsur politik dan lain-lain sebagainya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×