Sekelompok pria bergamis tiba-tiba saja masuk ke dalam restoran Mie Gacoan di Pamekasan, Madura. Tanpa ba bi bu, mereka langsung menuju ke depan area pemesanan, dan mengangkat tangan seolah sedang berdoa.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @ndorobei.official, terlihat tujuh orang pria bergamis berdiri di tengah-tengah restoran mi yang sedang ramai tersebut.
Dalam video yang viral itu, terlihat tujuh orang pria yang mengenakan pakaian gamis dan sorban sedang berdiri di tengah-tengah kedai yang ramai.
Para pria itu langsung mengangkat kedua tangan seperti sedang berdoa. Beberapa di antara mereka juga terlihat maju dan hendak berkeliling restoran.
Tentu saja aksi para pria tersebut langsung menjadi perhatian para pengunjung restoran. Bahkan, salah seorang pegawai restoran sempat menghampiri salah satu pria bergamis tersebut, seolah hendak menegur.
Diketahui, kejadian tersebut terjadi di restoran Mie Gacoan yang terletak di Jalan Jokotole No.4, Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, pada Jumat (22/9/2023).
Video tersebut langsung viral di media sosial, dan dalam narasinya banyak yang menduga kalau sekelompok pria tersebut sedang merukiah restoran yang dulunya punya menu bernama "Mie Iblis" dan "Mie Setan" itu.
Sampai saat ini, belum diketahui dengan pasti mengenai maksud dan tujuan dari para pria bergamis tersebut. Pun mengenai kabar rukiah yang beredar, belum ada keterangan pasti mengenai hal itu.
Namun, dari salah satu komentar warganet, diduga para pria tersebut merupakan jamaah Tabligh yang memang punya kebiasaan berdakwah keliling.
Baca Juga: Tiga Kali Menikah, Mantan suami Laudya Cynthia Bella Bercerai Lagi
"Ini bukan dirukyah. Mereka itu jama'ah Tabligh, kebanyakan dari luar Madura, pusatnya di Magetan, Jawa Timur. Mereka dari berbagai wilayah di Indonesia. Biasanya emang keliling niat dakwah (cara mereka). Mungkin pas keliling sampe ke Pamekasan, Madura. Kadang mereka ke pasar-pasar. Mereka itu sedang ngajak mengingat Allah dengan cara mereka, suka ngajak salat berjamaah di masjid juga. Mungkin caranya aneh bagi kita, tapi mereka baik-baik. Ini pengalaman saya bertemu jama'ah tabligh di berbagai wilayah," demikian keterangan warganet tersebut.