Potongan video kepala sekolah SMP Negeri 2 Cimanggu, Cilacap, Wuri Handayani, ketika memberikan pernyataan terkait kasus bully atau perundungan siswanya, MK (15) terhadap FF (13), viral di media sosial.
Dalam potongan video tersebut, Wuri membeberkan deretan prestasi MK di berbagai bidang, mulai dari Pramuka, tilawah, hingga pencak silat.
"Dia (pelaku) anak yang punya bakat lah, artinya dia itu di Pramuka ya ok, terus dia juga ikut ekstra di sekolah. Dan dia informasinya dari kecil, makanya di SMP Negeri 2 Cimanggu pun, pelaku tersebut ya mengikuti ekstranya memilih pencak silat," kata Wuri Handayani, dalam potongan video yang diunggah di media sosial.
"Dan pelaku itu pernah mengikuti lomba pencak silat tingkat kabupaten dan meraih juara dua. Jadi prestasi ada. Lalu lomba yang kemarin diikuti di awal tahun ajaran, lomba tilawah, itu juga di tingkat kecamatan, dia bisa mendapatkan juara, prestasi," kata Wuri lagi.
Sontak saja pernyataan Wuri tersebut dianggap warganet sebagai reaksi pembelaan terhadap MK. Hal ini pun langsung membuat warganet geram dan kecewa, karena sebagai kepala sekolah, perempuan tersebut tidak pro terhadap korban.
Tudingan bernada merendahkan pun dilontarkan warganet kepada kepala sekolah tersebut. Bahkan, tak sedikit yang ingin jabatan Wuri sebagai kepala sekolah SMPN 2 Cimanggu dicopot.
Tetapi faktanya sebenarnya tidak seperti itu. Bila mendengarkan rekaman videonya yang diunggah pertama kali oleh YouTube Kompas TV, secara utuh, dapat disimpulkan bahwa Wuri Handayani sebenarnya sama sekali tidak membela MK.
Apa yang disampaikan Wuri di atas hanyalah suatu bentuk keheranan, mengapa anak berprestasi seperti MK, mampu melakukan perundungan keji seperti itu.
"Luar biasa, sangat kaget, miris. Terhenyak," kata Wuri mengenai perundungan yang dilakukan muridnya itu.
Baca Juga: Dibongkar Pacar Sendiri, Lolly Ternyata Kangen Nikita Mirzani Meski Takut Pulang Indonesia