Dalam beberapa hari terakhir, konflik antara Israel dan Gaza terus mengalami eskalasi yang mengkhawatirkan. Dilansir dari Aljazeera, sebuah laporan baru-baru ini mengungkap bahwa Israel telah melemparkan 6.000 bom ke Jalur Gaza dalam waktu enam hari. Angka ini hampir sebanding dengan jumlah bom yang digunakan oleh Amerika Serikat selama satu tahun selama Perang di Afghanistan.
Jumlah penduduk Afghanistan hampir 1.800 kali lebih besar daripada enklaf yang terkepung, Gaza. Israel juga mengumumkan bahwa hingga 300.000 tentara Israel berkumpul di dekat Gaza dan bersiap untuk perang dengan Hamas.
Data terbaru pada 15 Oktober pukul 09.30 waktu setempat (06.30 GMT) mencatat jumlah korban sebagai berikut:
Gaza:
- Tewas: Setidaknya 2.329
- Terluka: Lebih dari 9.714
Tepi Barat:
- Tewas: Setidaknya 53
- Terluka: Setidaknya 1.100
Baca Juga: Usai Nathan Tjoe-A-On, 3 Pemain Kelas Internasional yang Disinyalir akan Hijrah Menjadi WNI
Israel:
- Tewas: Setidaknya 1.300
- Terluka: Setidaknya 3.400
Data-data ini dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina, Palang Merah Palestina, dan Layanan Medis Israel.
Lebih dari 423.000 orang sekarang telah terpaksa meninggalkan rumah mereka di Gaza akibat serangan Israel. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa sistem kesehatan Gaza telah mencapai "titik jenuh" dan waktu yang sedikit tersisa untuk mencegah bencana kemanusiaan.
Warga Gaza telah berduyun-duyun ke rumah sakit dan sekolah-sekolah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencari perlindungan, berharap Israel akan mematuhi hukum internasional dan tidak menyerang koordinat-kordinat tersebut. Namun, tempat-tempat perlindungan juga tidak luput dari serangan Israel.