Pekan ke-16 BRI Liga 1 2023/2024 menjadi saksi ketidakpuasan dua pemain Timnas Indonesia, Hokky Caraka dan Witan Sulaeman, akibat keputusan wasit yang dianggap meragukan. Kontroversi terjadi yang melibatkan pemain yang tengah berjuang di kompetisi nasional tersebut, membuat mereka merasa dirugikan.
Pertama-tama, Hokky Caraka, yang saat itu membela PSS Sleman, harus menanggung kekecewaan saat golnya dianulir oleh wasit dalam pertandingan melawan Persik Kediri. Striker berusia 19 tahun ini sebenarnya mampu menjebol gawang lawan setelah menerima umpan terukur dari Irkham Mila. Namun, kegembiraannya pupus ketika gol tersebut dinyatakan offside oleh wasit. Ironisnya, tayangan ulang yang bisa membuktikan ketidakbenaran keputusan wasit terpotong dalam highlight pertandingan tersebut.
"Kita kecewa sekali, mungkin bukan hanya pemain dan manajemen. Para pecinta sepak bola bisa merasakan kekecewaan kita. Apalagi di highlight pertandingan babak pertama tayangan ulang offside dipotong. Jadi, kita tidak bisa melihat itu offside atau tidak," ungkap Hokky dalam konferensi pers setelah pertandingan.
"Bagaimanapun, ketika kita melawan wasit sangat susah. Bagaimanapun pertandingannya, bagaimanapun permainan kita, bagaimanapun gol kita, kalau kita sudah melawan wasit pasti tidak bisa menang," tambahnya.
Pemain timnas Indonesia lainnya yang mengalami pengalaman serupa adalah Witan Sulaeman dalam pertandingan Persija melawan Rans Nusantara FC. Saat injury time babak kedua, Witan mencetak gol yang seharusnya membawa harapan bagi timnya. Namun, keputusan wasit yang membatalkan gol ini membuat Persija harus menerima kekalahan 1-2 dari Rans Nusantara FC.
Witan Sulaeman, yang merasa kecewa atas keputusan wasit tersebut, mengatakan, "Teman-teman sudah lihat rekaman ulang pertandingan tersebut, dan saya pikir biar teman-teman yang menilai kinerja wasit kita." Kekecewaan dari para pemain dan fans sepak bola diharapkan dapat menjadi katalisator untuk memperbaiki tata kelola pertandingan sepak bola demi keputusan yang lebih adil dan transparan.