Loyalis Ganjar Sebut AHY Miskin Literasi, Buntut Pernyataan Rakyat Butuh Makan daripada Infrastruktur

manado Suara.Com
Rabu, 23 November 2022 | 14:55 WIB
Loyalis Ganjar Sebut AHY Miskin Literasi, Buntut Pernyataan Rakyat Butuh Makan daripada Infrastruktur
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. (Suara.com/Bagaskara)

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi sorotan usai menyenggol Pemerintah Indonesia.

Dalam pernyataannya itu, AHY menyebut bahwa rakyat Indonesia lebih buruh makan yang baik daripada gembar-gembor soal infrastruktur.

Loyalis Ganjar Pranowo sekaligus Direktur Centre for Youth and Population Research (CYPR), Dedek Prayudi pun turut berkomentar menanggapi pernyataan AHY.

Secara blak-blakan, Dedek menyebut bahwa putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu miskin literasi buntut pernyataannya tersebut.

"Bagi saya statement AHY ini menunjukkan betapa seorang Ketua Umum Partai Demokrat saat ini miskin literasi," kata Dedek, dikutip dari wartaekonomi.co.id (media partner Suara.com) pada Rabu (23/11/22).

Dedek yang juga menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu turut mengklaim bahwa segala pembangunan infrastuktur yang dibangun oleh Jokowi selama ini juga berdampak bagi rakyat.

"Komitmen pembangunan Jokowi tentu turut berimbas postif pada kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya bagi masyarakat kota besar namun juga turut menyentuh hingga pelosok desa,” ungkapnya.

Menurut Dedek, Jokowi telah menbuat pertumbuhan inklusif pada sektor ekonomi dan pertumbuhan yang menekan angka ketimpangan dari pembangunan infrastrutur yang dibangunnya.

Dia pun membeberkan rasio ketimpangan di era SBY dan Jokowi.

Baca Juga: Bacakan Sumpah dan Janji di Hadapan Jokowi, Guntur Hamzah Resmi Jadi Hakim Konstitusi

“Indikator ketimpangan rasio gini yang diwariskan SBY ke Jokowi 0,414 pada 2014, BPS mencatat pada September 2019 rasio gini berhasil ditekan menjadi 0,380. Memang sempat naik menjadi 0,385 pada Desember 2020 karena Covid, tapi sekarang sudah mengalami trend penurunan yaitu 0,381 pada September 2021,” jelas Dedek.

Selain itu, Dedek juga menyebut bahwa ketimpangan di era SBY justru lebih besar dibandingkan masa Jokowi saat ini.

“Justru di Era SBY ketimpangan malah meroket dari 0,320 pada saat SBY dilantik (2004) menjadi 0,414 pada saat SBY turun tahta,” sambungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, AHY memberikan pernyataan bahwa saat ini rakyat tak butuh pembangunan infrastruktur.

Rakyat dinilai lebih butuh makan yang baik untuk keluarganya meskipun sederhana.

"Mereka hanya ingin bisa makan, betul? Makan yang baik yang layak buat istri, buat anak, buat keluarganya, sederhana. Mereka tidak ingin yang luar biasa mewah, tidak, Mereka hanya ingin anak-anaknya bisa sekolah, bisa dapat kerja, betul, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," kata AHY dalam Pelantikan Serentak Pengurus DPC Partai Demokrat se-Jabar, Sabtu (19/11/22).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI