Saling Tuding, Relawan Jokowi Vs PDIP Cekcok di Acara TV Bahas Kejadian di GBK: Enggak Usah Belagu Luh!

manado | Suara.com

Rabu, 30 November 2022 | 10:52 WIB
Saling Tuding, Relawan Jokowi Vs PDIP Cekcok di Acara TV Bahas Kejadian di GBK: Enggak Usah Belagu Luh!
Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus terlibat percekcokan sengit dengan  panitia silaturahmi relawan Nusantara Bersatu, Silfester Matutina. ((Youtube/ tvOneNews).)

Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus terlibat percekcokan sengit dengan panitia silaturahmi relawan Nusantara Bersatu, Silfester Matutina saat dipertemukan dalam acara TV Catatan Demokrasi, yang ditayangkan Kanal Youtube tvOneNews.

Perdebatan keduanya bersumbu dari kritik pedas yang disampaikan Deddy Sitorus, mengenai acara Nusantara Bersatu di GBK beberapa waktu lalu.

Deddy sebelumnya sudah menyampaikan ada 5 poin kritikan kepada panitia acara. 

Namun kritik itu dinilai sebagai upaya elit PDIP menghalang-halangi relawan bertemu dengan Jokowi. 

Sebab, relawan mengaku, tidak ada hal buruk sampai melanggar etika. Tapi pasca kegiatan, mereka justru mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.

“Anda ini bukan panitia, Anda nggak ada di situ. Anda juga bukan pengamat jadi nggak usah banyak ngomong. Kami ini bukan orang partai seperti kamu yang tunduk dan takut. Deddy ingat,” tegas Silfester Matutina dikutip pada Rabu, (29/11/2022).

Dia juga membantah kalau Stadion GBK tidak dapat digunakan menyusul adanya perhelatan piala dunia yang akan datang.

“Bisa dipakai (GBK), kami nggak melanggar apapun. Jangan memutus silaturahmi,” cetusnya yang hadir secara virtual.

Sementara itu, Deddy Sitorus turut menanggapi ocehan Silfester Matutina yang diberikan untuknya.

“Sudah selesai Anda bicara?  Kalau penjelasan yang gamblang tadi tidak bisa Anda pahami, ya saya mau bilang apa, karena itu sangat sederhana. Lima alasan kenapa kami memberi kritik,” balasnya.

Deddy menilai bahwa sikap Silfester Matutina ini tidak mencerminkan relawan Jokowi. Justru sebaliknya, Silfester Matutina disebut sudah bikin malu. Deddy juga meluruskan, dirinya bersama PDIP tidak ingin meributkan acara di GBK, hanya saja memberi masukan yang merupakan tanda kepedulian terhadap Jokowi dan relawan.

“Anda kalau mengaku relawan Jokowi harus ngikut tabiat Jokowi pak. Sikap Jokowi saja tidak bisa Anda tiru,” ungkap Deddy.

“Enggak usah so benar deh luh, kayak gue gak tahu aja, belagu banget dah!,” tegasnya.

Berikut ada 5 kritik PDIP Untuk Relawan Jokowi, apa saja ya?

Merusak Momentum G20 

Dalam acara Catatan Demokrasi yang ditayangkan dari Kanal Youtube tvOneNews, Deddy mengatakan bahwa, momen itu tidak dimanfaatkan untuk mengatakan keberhasilan pemerintah dalam presidency KTT G20 di Bali, yang menghabiskan milyaran rupiah.

Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Justru yang ada hanya relawan yang kumpul di Senayan.  Mereka mendengarkan diksi "rambut putih” sampai dengan pernyataan siap tempur relawan Jokowi.

“Kita baru saja menyelesaikan presidency G20 yang mencapai begitu banyak hal yang mempengaruhi masyarakat dunia pada masa yang akan datang, tapi hilang itu semua,” tuturnya.

“Rp 600 miliar bubar sehari gara-gara urusan di GBK. Ini seharusnya jadi diskusi publik,” lanjutnya.

Duka di Cianjur

Deddy menyayangkan acara tersebut mengingat adanya musibah yang menimpa wilayah Cianjur, Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, Cianjur sedang berduka pasca gempa bumi 5,6 magnitude yang menewaskan ratusan nyawa serta merobohkan banyak bangunan. 

Kata Deddy, apakah para relawan Jokowi kehilangan sensitivitas, sehingga tak bisa menunda kegiatan tersebut untuk beberapa waktu sampai persoalan Cianjur terselesaikan dengan baik.

Masyarakat Cianjur masih banyak yang membutuhkan bantuan. Seperti bantuan logistik dan juga tempat tinggal. 

“Lah kita kan berpikir, apakah kita kehilangan sensitivitas sehingga kita tidak bisa menunda kegiatan itu beberapa saat saja, sampai kita merasa persoalan di Cianjur terselesaikan dengan baik. Hanya menunda. Kegiatan itu menguntungkan PDIP kok,” tuturnya.

Urgensi

Politisi PDIP ini juga bertanya-tanya apa urgensi dari acara Nusantara Bersatu hingga tak mau menundanya?. Jika hal itu mengenai penegakan hukum dan juga pekerja kontrak, Deddy menegaskan bahwa pemerintahan sangat peduli dengan isu tersebut. Bahkan DPR kerap membahasnya. 

“Kita bolak balik menerima utusan masyarakat. Presiden tahu dan a were,” ujarnya.

Deddy bertanya, apakah  acara itu begitu mendesak sehingga harus menghadirkan Jokowi. 

“Apakah ada urgent si nya menghadirkan presiden?,” tanyanya.

Relawan Jokowi Tidak Taat Aturan

Sebelumnya, Menpora mengumumkan bahwa GBK untuk sementara waktu tidak dapat digunakan menyusul kegiatan piala dunia yang akan datang, termasuk menolak konser-konser. 

Deddy mengklaim, pihaknya juga mendapat penolakan dari pengurus GBK ketika meminta izin untuk menggelar HUT PDIP ke-50.

“Disamaratakan, tidak boleh pak. Ini untuk persiapan piala dunia. Kita taat hukum. Tapi ini tiba tiba terjadi. Bukan kita iri tapi masa sih kita mau maksa,” katanya.

Mencoreng Nama Jokowi

Akibat acara Nusantara Bersatu besutan relawan, nama pemerintah dan Presiden Jokowi jadi tercoreng. buntut video viral relawan yang menyatakan siap tempur dengan orang yang berseberangan dengan Jokowi.

“Makanya kita pusing. Kalau tidak, enggak kita openi ini barang. Justru karena kita sayang Jokowi dan relawan tolong dong. DPIP cuman mengingatkan,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi PDIP Geram dengan Manuver Relawan Jokowi: Konsentrasi Presiden Tak Boleh Diganggu!

Politisi PDIP Geram dengan Manuver Relawan Jokowi: Konsentrasi Presiden Tak Boleh Diganggu!

News | Rabu, 30 November 2022 | 10:45 WIB

Ulah Manuver Relawan Bikin Berang, Elite PDIP Minta Jangan Ada yang Ganggu Jokowi

Ulah Manuver Relawan Bikin Berang, Elite PDIP Minta Jangan Ada yang Ganggu Jokowi

News | Rabu, 30 November 2022 | 10:39 WIB

Acara GBK Mengkerdilkan Presiden Jokowi: Nggak Dong, itu Hanya Omong Kosong!

Acara GBK Mengkerdilkan Presiden Jokowi: Nggak Dong, itu Hanya Omong Kosong!

| Rabu, 30 November 2022 | 10:01 WIB

Relawan Jokowi Serang Balik PDIP: Kok Aneh Ya Mau Bertemu Presiden Saja Dilarang

Relawan Jokowi Serang Balik PDIP: Kok Aneh Ya Mau Bertemu Presiden Saja Dilarang

| Rabu, 30 November 2022 | 09:17 WIB

Video Syur 46 Detik Diduga Oknum Polisi di Bogor, Raffi Ahmad Dirujak Netizen Karena Ada di Balik Acara Relawan Jokowi

Video Syur 46 Detik Diduga Oknum Polisi di Bogor, Raffi Ahmad Dirujak Netizen Karena Ada di Balik Acara Relawan Jokowi

Bogor | Rabu, 30 November 2022 | 09:35 WIB

Terkini

'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari

'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari

Kalbar | Senin, 04 Mei 2026 | 23:58 WIB

5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal

5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal

Bogor | Senin, 04 Mei 2026 | 23:49 WIB

Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini

Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini

Jabar | Senin, 04 Mei 2026 | 23:42 WIB

7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut

7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut

Jakarta | Senin, 04 Mei 2026 | 23:40 WIB

5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit

5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit

Banten | Senin, 04 Mei 2026 | 23:35 WIB

Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?

Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 23:34 WIB

Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya

Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya

Jakarta | Senin, 04 Mei 2026 | 23:29 WIB

5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu

5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu

Jabar | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB