Acara silaturahmi akbar relawan Jokowi yang bertajuk Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Sabtu (26/11) mengundang berbagai respons.
Bahkan respons negatif juga muncul dari PDI Perjuangan. Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto menuding bahwa acara relawan di GBK malah menurunkan citra Jokowi usai kesuksesan G-20.
Politisi PDIP lain yakni Deddy Sitorus juga menyebutkan bahwa Jokowi senagaja dijebak untuk hadir di gelaran akbar tersebut. Lain dari Hasto dan Deddy, politikus senior Panda Nababan malah menilai acara relawan sebagai panggung teatrikal Jokowi.
Panda menyatakan bahwa Jokowi sebenarnya menikmati betul acara relawan tersebut.
"Mana ada, dia [Jokowi] nikmati itu, dinikmati Jokowi lihat sendiri ekpresinya dia di GBK, teateral itu dinikamti," kata Panda Nababan dalam perbincangannya di Total Politik.
"Apa yang kulihat kemarin di GBK, itu benar-benar teater," imbuhnya.
Lebih lanjut, Panda Nababan menyebutkan bahwa reaksi PDIP sebenarnya hanya untuk mengingatkan Jokowi.
"Sekjen harus ngomong begitu, sekjen itu punya kapasitas bukan cuma sebagai watchdog, dia juga mengingatkan karena di sekitar Jokowi ada orang yang tidak seharmoni dengan partai," tambahnya lagi.
PDIP Keras Sebut Jokowi Dijebak
Baca Juga: Dominasi GoPay Dorong Konsistensi Pertumbuhan Segmen Bisnis Finansial GOTO
Politisi PDIP Deddy Sitorus baru-baru ini memberikan pernyataan tak terduga seputar kehadiran Jokowi di acara tersebut. Menurutnya, orang nomor satu di Indonesia itu dijebak oleh para relawan.
Deddy pun memperingatkan para relawan Jokowi agar tidak lagi menjebak Presiden RI. Terlebih seorang presiden bertanggung jawab untuk memimpin rakyat, bukan relawan.
"Saya minta jangan lagi menjebak Pak Jokowi, beliau presiden RI dan bukan presiden relawan," kata Deddy Sitorus dalam keterangannya seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Minggu (27/11/2022).
Tak sampai di situ, Deddy juga mengingatkan para relawan untuk tidak melakukan berbagai manuver politik demi meraih ambisi kekuasaan dan materi. Pasalnya aksi itu berpotensi mencemari kewibawaan Jokowi.
"Jangan demi ambisi kekuasaan dan materi, para relawan melakukan manuver-manuver yang di luar ruang lingkupnya sehingga malah merugikan kewibawaan Pak Jokowi," tegasnya.
Acara relawan itu, lanjut Deddy, seharusnya tidak boleh digelar di GBK sesuai arahan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali.
Dengan datangnya Jokowi di GBK, elite PDIP ini pun meyakini bahwa Jokowi sebenarnya terpaksa hadir ke acara tersebut.
"Kan ada larangan dari Menpora untuk pemakaian GBK hingga penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023. Saya yakin Pak Jokowi terpaksa datang ke acara itu, bukan kemauan beliau," ucapnya.