Aktor papan atas Reza Rahadian mengaku tak memiliki ketertarikan dengan kehidupan yang ada di sosial media, utamanya di Instagram.
Seperti diketahui, Reza adalah salah satu artis yang tidak main sosial media. Reza mengungkap alasannya.
“Pertama karena nggak tau mau ngapain,” kata Reza dalam potongan video yang diposting ulang lewat akun Instagram @lambegosiip.
Sejumlah artis menggunakan sosial media sebagai tempat hiburan di dunia maya seperti mengunggah foto atau momen menyenangkan, hingga menarik perhatian publik.
Selain itu, banyak artis juga yang menjadikan medsos adalah ladang bisnis.
Namun bagi pria yang memiliki banyak talenta di dunia acting, semua yang dimiliki di kehidupan nyatanya sudah lebih dari cukup. Sebab, aktor tampan ini tidak menemukan hal yang bikin dirinya kecanduan bermain medsos.
“Nggak menemukan apa serunya, (main medsos),” tuturnya.
6 Manfaat Rehat Sejenak dari Media Sosial, Membuat Hati Menjadi Tenang!
Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat membawa banyak pengaruh untuk kita, seperti kemudahan berkomunikasi, bertransaksi, dan bersosialisasi secara cepat dan efisien.
Baca Juga: Rocky Gerung Anggap Gibran Tak Cocok Jadi Wali Kota Solo, Salah Megawati
Namun, media sosial bukan hanya sekedar memberikan dampak positif saja, melainkan terdapat dampak negatif yang juga dapat dirasakan oleh kita.
Perlu memahami bahwa bermain media sosial sering kali menghabiskan banyak waktu sehingga dapat menimbulkan kecanduan. Menghadapi risiko ini, sebagian orang kini mulai membatasi akses dan penggunaan media sosial. Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat berbagai manfaat yang bisa didapatkan jika berhenti bermain media sosial.
1. Membuat hati menjadi tenang
Media sosial sering kali dijadikan ajang perbandingan diri. Hal ini tentunya merupakan masalah serius yang dapat berdampak pada harga diri. Kebiasaan ini dapat memicu perasaan iri yang dapat menurunkan rasa percaya diri, menghambat potensi diri, dan menimbulkan perasaan tidak berharga atau menyalahkan diri sendiri.
Oleh karena itu, rehat sejenak dari media sosial dapat meningkatkan kepercayaan diri dan membuat hati menjadi lebih tenang karena kita berhenti membandingkan diri dengan orang lain lewat media sosial.
2. Menyegarkan otak
Salah satu keuntungan lainnya adalah dapat menyegarkan otak atau pikiran. Rehat dari media sosial membuat kita lebih menyaring informasi yang tidak berguna, seperti hoax, gosip, dan lain sebagainya.
3. Menjaga privasi
Media sosial memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang mudah dan leluasa. Namun, tanpa sadar privasi menjadi mulai terganggu. Dalam hal ini, menjaga privasi itu penting dan tidak boleh setiap orang mengetahuinya. Oleh sebab itu, coba hapus aplikasi yang sekiranya telah mengganggu privasi.
4. Menjadi pribadi yang produktif
Berhenti bermain media sosial membuat kita dapat menggunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti membersihkan rumah, belajar, berkreasi, dll. Selain itu, tugas atau pekerjaan akan menjadi cepat terselesaikan, karena kita tidak perlu merasa khawatir dengan notifikasi yang muncul dari layar ponsel saat menyelesaikan suatu pekerjaan.
5. Meningkatkan mood
Masalah utama dari adanya media sosial adalah kondisi mental yang terganggu. Jika penggunaan media sosial tidak seperti yang diharapkan, kemungkinan mood-nya akan ikut terpengaruh. Oleh karena itu, cara yang tepat untuk mengurangi kemungkinan itu adalah dengan melakukan detoksifikasi media sosial. Awalnya mungkin terasa aneh, tetapi suasana hati secara keseluruhan akan mulai membaik saat menjauh dari media sosial.
6. Membantu pengguna lepas dari FOMO
Fear of Missing Out (FOMO) merupakan sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya. Hal tersebut masih berkaitan dengan kecanduan media sosial.
Cara yang mungkin dapat dilakukan untuk mengurangi kecanduan media sosial adalah dengan menjadwalkan kunjungan sekali sehari ke situs media sosial favorit. Setelah kunjungan selesai, jangan melihat media sosial itu terlalu sering.