Manado.suara.com - Putri Anne, seorang aktris yang tengah berada di sorotan publik belakangan ini. Bukan hanya karena isu perselingkuhan sang suami, Arya Saloka, dengan lawan mainnya di sinetron "Ikatan Cinta", Amanda Manopo, tetapi juga karena isu perceraian antara Putri Anne dan Arya Saloka.
Selain itu, kabar tentang Putri Anne melepas hijabnya juga menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan publik.
Dalam beberapa waktu terakhir, Putri Anne telah memposting kata-kata keras dan menohok di Insta Story-nya.
Melalui kata-kata tersebut, ia menyatakan bahwa dulu dirinya adalah tipe orang yang berharap orang yang berlaku jahat padanya mendapatkan karma atas perbuatannya.
Namun, sekarang ia mengaku telah mengalami perubahan menjadi seseorang yang berharap agar orang jahat mengingat perbuatan jahatnya yang pernah dilakukan terhadapnya.
Baca Juga: Unggah Foto Setengah Telanjang di Cermin, Nikita Mirzani Tunjukkan Kerinduan pada Loly?
Kata-kata tajam Putri Anne

"I used to be this - all about, “I hope you choke on Karma” - type of person but nowadays I’m more like, “You fucked me?” That’s ok, I wish you all the happiness in the world, but note this “Remember me!”, cause I know you will one day and it will hit you hard till’ you suffocate with your own tears,” tulisnya.
Jika diterjemahkan artinya: "Aku adalah tipe orang yang mengatakan, 'Kuharap kamu akan tercekik karmamu', tetapi belakangan ini aku menjadi tipe orang yang mengatakan, 'Kamu macam-macam sama aku? Nggak papa, kuharap kamu merasakan seluruh kebahagiaan di dunia, tapi catat, Ingat aku! karena suatu hari kamu akan merasakannya hingga kamu mati lemas oleh air matamu sendiri'".
Konflik dan kehidupan pribadi Putri Anne telah menjadi tontonan publik. Isu perceraian dan perselingkuhan dalam rumah tangganya dengan Arya Saloka telah menarik perhatian banyak orang.
Meskipun demikian, penting bagi kita untuk memberikan privasi dan pengertian kepada Putri Anne dalam menghadapi situasi yang sulit ini.
Perubahan sikap dan pandangan hidup Putri Anne yang diungkapkan melalui kata-kata yang tajam menunjukkan bahwa ia telah melewati banyak perjuangan dan mungkin merasakan sakit yang mendalam akibat pengkhianatan dan kekecewaan.
Proses ini mungkin telah membentuknya menjadi seseorang yang lebih kuat dan bijaksana.