Metro, Suara.com- Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) yang digelar 1 September hingga 9 Oktober 2022 di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara,diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan subsektor fesyen dan kuliner di Jakarta setelah pandemi.
Event JF3 sendiri menghadirkan berbagai karya pelaku fesyen, kriya, serta berbagai gerai pelaku kuliner. Even JF3 juga telah masuk ke dalam rangkaian acara Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 yang dipromosikan sepaket dengan event lain dari berbagai provinsi secara rutin tahunan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat hadir dalam pembukaan JF3 di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (1/9/2022) mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa memberikan multiplier effect yang dapat menggeliatkan sektor ekonomi kreatif terutama di subsektor fesyen dan kuliner.
"Kita harap ini (JF3) bisa menjadi momentum bagi kebangkitan fesyen dan kuliner nusantara," kata Sandiaga.
Sandiaga menjelaskan sektor ekonomi kreatif di Indonesia berhasil menyumbangkan lebih dari Rp1.300 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
"Dari sumbangan lebih dari Rp1.300 triliun terhadap PDB nasional, 75 persennya dihasilkan dari tiga subsektor utama yaitu kriya, fesyen, dan kuliner dan di JF3 ketiganya hadir," katanya.
Sehingga, ia menilai JF3 memegang peranan yang sangat vital dalam upaya pengembangan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
"Pengembangan ketiga subsektor ini akan sangat vital karena tahun lalu Indonesia mampu menembus angka ekspor sebesar 25 miliar dolar AS dan produk yang paling tinggi ekspornya adalah fesyen," katanya.
Sandiaga berharap JF3 bisa berperan penting dalam membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi warga DKI Jakarta. "Saya harap JF3 berjalan lancar dan sukses dalam target kita untuk menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru di 2022 dan 4,4 juta lapangan kerja baru di 2024," kata Sandiaga.
Baca Juga: Gandeng BEI, Kemenparekraf Gelar Coaching Clinic KreatIPO