Menilik Perjuangan Tukang Ojek Hutan Lampung Angkut Durian & Duku

Metro Suara.Com
Rabu, 28 September 2022 | 19:30 WIB
Menilik Perjuangan Tukang Ojek Hutan Lampung Angkut Durian & Duku
Perjuangan tukang ojek hutan mengangkut buah durian dan duku di Tanggamus. (*) (Istimewa)

Metro.Suara.com - Musim buah duku dan durian di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung merupakan anugerah bagi petani kebun dan juga para pengojek hutan.

Salah satunya di wilayah Desa Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus. Namun, lokasi kebun warga kebanyakan ada di daerah lereng pegunungan yang terjal. Untuk mengeluarkan hasil panen harus menggunakan tenaga ojek hutan profesional dari daerah setempat.

Untuk mengangkut durian maupun duku itu, pengojek hutan umumnya menggunakan motor bebek yang sudah dimodifikasi sesuai dengan medan. Mereka memiliki kelompok minimal 5 tukang ojek untuk saling membantu di perjalanan yang terjal dan berlumpur.

Dalam sehari, mereka hanya dapat mengeluarkan buah dua kali, hal tersebut disebabkan jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalan sempit, licin, terjal dan berlumpur.

Menurut Apri, salah satu pengojek hutan, bersama ojek lainnya mereka sudah sebulan mengojek buah durian dan duku.

“Setiap harinya bisa ngangkat 300 biji durian atau 400 kilogram duku, itupun jika hari tidak turun hujan.

Kendalanya jalan berlubang, dan licin,” ungkapnya pada Rabu (28/9/2022).

Jika hujan, lanjutnya, sungai menjadi meluap banjir dan motor mereka harus digotong beberapa orang. Mereka juga akan memasang rantai di ban depan belakang pada motor untuk melintasi jalan yang berkubang lumpur.

Kedalaman lubang yang berlumpur itu bisa mencapai 50 sentimeter, dan itu menurut Apri merupakan tantangan yang paling susah dihadapi mereka.

Baca Juga: Sherpa G20 Dikenalkan Kearifan Budaya Indonesia

“Jatuh bangun dari motor sudah sering kami alami, Alhamdulillah masih selamat,” terus Apri.

Dengan jarak tempuh yang cukup jauh ke tempat pengepul, para pengojek sedikitnya harus mengeluarkan kocek untuk bahan bakar minyak (BBM) sekitar Rp150 ribu dalam sehari. Upah yang mereka dapat dalam sehari mencapai RP300-400 ribu sehari.

“Namun pendapatan itu kadang habis juga untuk biaya perbaikan motor yang rusak,” pungkas Apri diamini rekannya yang lain. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI