Lewat Film Semesta, Warga Australia Belajar Nilai-Nilai Lokal Indonesia

Metro

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 00:03 WIB
Lewat Film Semesta, Warga Australia Belajar Nilai-Nilai Lokal Indonesia
Pemutaran Film Semsesta di Canberra (Kemendikbudristek)

Metro, Suara.com- Balai Bahasa Indonesia-Australia Capital Territory (BBI-ACT) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra dan Australian National University (ANU) menyelenggarakan malam Film Indonesia pada Rabu (12/10), dengan memutar film dokumenter berjudul “Semesta” atau “Islands of Faith”.

Film dokumenter ini bercerita bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Indonesia menjadi instrumen penting dalam menghadapi ancaman perubahan iklim. Pemutaran film ini dihadiri oleh 170 penonton yang terdiri dari mahasiswa, guru, dosen dan peneliti, para aktivis lingkungan, dan masyarakat lain yang tinggal di Canberra.

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono mengatakan bahwa belajar mengenai bahasa dan budaya Indonesia di Australia dapat dikuatkan melalui media film. Terlebih dalam acara malam film Indonesia ini, para peserta tidak hanya disajikan film Indonesia, tapi juga makanan khas Indonesia. Mereka bisa menikmati pilihan cemilan manis dan gurih khas Indonesia sebelum film dimulai, sehingga mereka juga semakin mengenal dan dapat merasakan makanan yang merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada BBI-ACT dan ANU atas pemutaran film ini. Acara ini berhasil menghadirkan ratusan peserta, yang menunjukkan bahwa acara ini memang sangat menarik,” ujar Siswo di Kambri Cinema, Australian National University, Canbera.

Siswo mengajak BBI-ACT dan ANU untuk bersama-sama memperbanyak malam film Indonesia untuk masyarakat Canberra dan sekitarnya di masa yang akan datang.

“Semoga melalui film ini kita bisa sama-sama belajar bagaimana nilai-nilai lokal masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman bersama yang diakibatkan oleh perubahan iklim,” tuturnya.

Ketua BBI-ACT, Heath McMichael mengatakan, nonton bareng film “Semesta-Islands of Faith” merupakan implementasi dari tujuan BBI-ACT, yaitu untuk mendorong pemahaman lintas budaya antara Australia dan Indonesia, sekaligus memperdalam ketrampilan dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dan universitas di ACT.

Heath mengatakan, BBI-ACT sejak beberapa tahun belakangan telah berencana menyelenggarakan malam film Indonesia. Namun karena adanya pandemi Covid-19 dan pembatasan mobilitasi sosial, pagelaran malam film Indonesia terus ditangguhkan.

“Terima kasih kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra dan the School of Culture, Humanities and Literature ANU, yang telah bekerja sama menghadirkan film Indonesia di Canberra,” ungkapnya.  

Sementara itu Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib menyatakan dukungan penuhnya pada pemutaran film Indonesia di Canberra. Atdikbud Najib sangat menghargai kerja sama dengan BBI-ACT dan ANU dalam memfasilitasi masyarakat Canberra untuk tahu lebih banyak tentang Indonesia melalui film-film yang dihadirkan.

“Kantor Atdikbud KBRI Canberra telah lama bekerja sama dengan BBI-ACT dan ANU dalam mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia di Australia. Pemutaran film malam ini merupakan inisiatif teman-teman BBI-ACT dalam upaya mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia. Saya juga meyakini, melalui film Indonesia masyarakat Austalia akan lebih tertarik untuk belajar mengenai bahasa dan budaya Indonesia”, ujar Najib.

 Para peserta menyatakan kepuasannya dengan film ‘Semesta: Islands of Faith’ yang mereka tonton, khususnya dari standar sinematografinya yang tinggi dan alur ceritanya yang kaya.

“Memang tidak bisa disangkal bahwa para penonton menangkap pesan utama dari film ini, bahwa melalui kacamata iman dan budaya, masyarakat di seluruh kepulauan Indonesia yang luas berhasil beradaptasi dengan perubahan iklim dan tantangan lingkungan yang berkembang,” kata Najib.

Melalui lensa keyakinan dan budaya di tujuh provinsi di Indonesia, film dokumenter ini mengikuti individu-individu yang berjuang untuk mengatasi perubahan iklim. Mereka adalah Tjokorda Raka Kerthyasa dari Bali, Romo Marselus Hasan dari Nusa Tenggara Timur, Muhammad Yusuf dari Aceh, Agustinus Pius Inam dari Kalimantan Barat,  Iskandar Waworuntu dari Yogyakarta, Soraya Cassandra dari DKI Jakarta, dan Almina Kacili dari Papua Barat.

Sebelumnya, film “Semesta: Islands of Faith” telah berhasil menjadi nomine dalam kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2018. Film ini juga terseleksi untuk diputar di Suncine International Environmental Film Festival yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, pada 6-14 November 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Australia Serahkan Ratusan Artefak Bersejarah kepada Indonesia

Australia Serahkan Ratusan Artefak Bersejarah kepada Indonesia

Metro | Senin, 22 Agustus 2022 | 18:32 WIB

Terkini

15 Tahun Penantian dan Cinta yang Setara di Drama Korea Lovely Runner

15 Tahun Penantian dan Cinta yang Setara di Drama Korea Lovely Runner

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:00 WIB

Pertamax Tembus Rp16.250 Per Liter! Warga Mengeluh, Driver Ojol di Medan Migrasi ke Pertalite

Pertamax Tembus Rp16.250 Per Liter! Warga Mengeluh, Driver Ojol di Medan Migrasi ke Pertalite

Sumut | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:59 WIB

Mengenal Instagram Plus, Apa Saja Kelebihan dan Harga Berlangganannya?

Mengenal Instagram Plus, Apa Saja Kelebihan dan Harga Berlangganannya?

Tekno | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:59 WIB

4 Negara Debutan yang Siap Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2026

4 Negara Debutan yang Siap Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57 WIB

Tudingan Sesat Imigrasi AS, Sebut Wasit Omar Artan Terlibat Organisasi Teroris

Tudingan Sesat Imigrasi AS, Sebut Wasit Omar Artan Terlibat Organisasi Teroris

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:56 WIB

Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi

Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:54 WIB

Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118 Dunia Usai Kalahkan Oman dan Mozambik

Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118 Dunia Usai Kalahkan Oman dan Mozambik

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:52 WIB

Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?

Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:50 WIB

Pulang ke Somalia, Wasit Omar Arthan Disambut bak Pahlawan Cerita 11 Jam Ditahan

Pulang ke Somalia, Wasit Omar Arthan Disambut bak Pahlawan Cerita 11 Jam Ditahan

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:50 WIB

Pecah Rekor! Menteri Hukum dan Bobby Nasution Resmikan 6.110 Posbankum di Sumut

Pecah Rekor! Menteri Hukum dan Bobby Nasution Resmikan 6.110 Posbankum di Sumut

Sumut | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:50 WIB