Senada Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Yerri Noer Kartiko mengatakan bahwa Pusat Daur Ulang Sampah di Metro sendiri merupakan Satu dari Empat Pusat Daur Ulang di Indonesia yang telah menggunakan teknologi terbaru yang menerapkan green building dan konservasi air.
"Kita juga berharap kehadiran Pusat Daur Ulang Sampah ini juga berpengaruh terhadap upaya Kota Metro dalam penilaian meraih Adipura,"harapnya.
Terpisah akademisi UM Metro Bambang Suhada mengatakan bahwa pembangunan kota berkelanjutan merupakan pembangunan yang mengintegrasikan berbagai aspek, dimana aspek sosial dan ekonomi dikembangkan namun dengan tetap memperhatikan aspek lingkungannya.
"Terlebih salah satu misi Kota Metro sendiri adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur fisik secara efektif, efisien, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan,"ungkapnya.
Untuk itu, Bambang Suhada juga menekankan pengembangan kota layak huni yang berkelanjutan sendiri hendaknya memenuhi prinsip layak huni, produktif, ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan generasi mendatang.
Sementara itu Fizul Surya Pribadi Penulis Buku Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular di Kota Metro mengatakan bahwa saat ini diskursus terkait pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular mulai terbangun.
Menurutnya pengelolaan sampah di Kota Metro lewat integrasi circular economy mendorong untuk melakukan pendekatan-pendekatan baru sebagai upaya tambahan dari upaya yang selama ini sudah dilakukan. Upaya yang mengedepankan prinsip win-win solution untuk stakeholder pengelolaan sampah di Kota Metro.
"Transisi kepada circular economy merupakan salah satu upaya untuk mempercepat tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya mementingkan aspek Profit (ekonomi) semata tetapi juga mementingkan aspek People (sosial) dan Planet (lingkungan) secara simultan dimana yang ditekankan adalah prinsip untuk kembali kepada cara allam bekerja yaitu ketiadaan sampah,"pungkas alumnus Lulusan S2 dari Universitas Twente Belanda.