Metro, Suara.com- Plt.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro Robby Saputra mengatakan pihaknya berencana akan membuat Masterplan Penanganan Banjir di Kota Metro.
Hal ini menurutnya adalah rencana yang harus segera dimulai untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Metro. Sejumlah kota di Indonesia juga telah menerapkan masterplan untuk penanganan banjir.
"Masterplan ini sendiri pada dasarnya adalah konsep pengendalian banjir mempertimbangkan penanganan secara menyeluruh dan terintegrasi yakni mulai dari bagian hilir sampai hulu,"jelas Robby, Kamis (27/10/2022).
Di dalam masterplan tersebut nantinya berisi penanganan jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang menjadi acuan untuk mengetahui permasalahan dan solusi yang harus dilakukan. Ia juga berharap rencana ini akan mendapatkan dukungan berbagai kalangan agar persoalan banjir di Kota Metro dapat diatasi secara bertahap.
Seperti dilansir dari laman pu.go.id, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir lewat kegiatan multisektoral.
“Tugas dan fungsi seluruh pihak, perlu diterjemahkan di lapangan menjadi peran dan tanggung jawab bersama’,” kata Basuki seperti dilansir dari laman pu.go.id Kamis, 27 Oktober 2022.
Pada waktu dekat ini Robby juga mengatakan pihaknya terus memantau sejumlah pekerjaan yang telah direncanakan pada tahun 2022 seperti pembangunan dan rehabilitasi talud, normalisasi saluran anak sungai, rehabilitasi saluran irigasi dan anak sungai, serta rehabilitasi dan normalisasi saluran pembuangan.
Sebelumnya pada Rabu (26/10/2022) pihaknya bersama Walikota Metro Wahdi Siradjuddin, Kepala Dinas Bappeda, Bag AP, DPKP, Dinas Lingkungan Hidup, Kominfo, BPBD beserta perangkat desa turun langsung ke aliran Sungai di Kota Metro. Sebagaimana diketahui intensitas hujan yang tinggi di Kota Metro sejak beberapa waktu terakhir membuat banjir terjadi di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Ini Wilayah Rawan Banjir & Longsor di Bandar Lampung Saat Cuaca Ekstrem