PSSI tengah gencar melancarkan program naturalisasi pemain untuk mengisi pos-pos di Timnas Indonesia.
Setidaknya, hingga kekinian, terdapat nama-nama beken pemain naturalisasi yang mengisi skuat asuhan Shin Tae yong.
Shin Tae yong sendiri berharap, para pemain naturalisasi ini bisa menjadi pilar timnas ketika mengikuti beragam turnamen ke depan.
Namun, program naturalisasi pemain itu bak pedang bermata dua. Di satu sisi, keberadaan mereka bisa menambah ‘amunisi’ timnas di setiap turnamen.
Tapi di lain sisi, proyek naturalisasi pemain bisa jadi bakal membuat pemain-pemain lokal bertalenta tinggi justru meredup.
Baca Juga: Difitnah Nikita Mirzani Main Dukun, Maharani Kemala Gemetar saat Klarifikasi
Saat Shin Tae yong ‘menukangi’ timnas, PSSI kerap menaturalisasi pemain asing. Mereka menyasar terutama pemain-pemain asing yang mempunyai darah Indonesia.
Semua pemain asing yang sukses dijadikan WNI tersebut lantas disebar ke timnas senior dan juga kelompok umur di bawahnya.
Untuk timnas senior sendiri, ada sosok pemain naturalisasi seperti Sandy Walsh, Shayne Pattynama, dan tersohor adalah Jordi Amat karena pernah merumput di Liga Spanyol.
Sementara Shayne Pattynama, sebenarnya belum resmi bergabung. Tapi proses naturalisasinya sudah pada tahap finalisasi, yakni menjalani sumpah setia kepada NKRI di kantor wilayah Kemenkumham RI.
Lalu, pemain-pemain asing hasil naturalisasi yang ditempatkan di timnas kelompok umur di bawahnya, terdapat nama seperti Justin Hubner, Ivar Jenner serta Rafael Struick.
Ketiganya belum resmi bergabung dengan Timnas U-20 guna menghadapi Piala Dunia U-20 2023 Mei nanti. Tapi diharapkan, dalam waktu dekat, ketiganya sudah berstatus WNI.
Khusus di timnas senior, keberadaan pemain naturalisasi itu dikhawatirkan justru membuat perkembangan pemain-pemain muda lokal mandeg.
Sedikitnya, ada 4 pemain bintang asli Indonesia dan anak emas Shin Tae yong yang terancam posisinya akibat keberadaan ‘legiun naturalisasi’.
1. Asnawi vs Sandy Walsh
![Asnawi Mangkualam Bahar saat bertanding melawan Vietnam di babak semifinal Piala AFF 2022. [[affmitsubishielectriccup.com]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/01/18/1-asnawi-mangkualam-bahar-saat-bertanding-melawan-vietnam-di-babak-semifinal-piala-aff-2022-affmitsubishielectriccupcom.jpg)
Pertama, ada nama Asnawi Mangkualam yang dikhawatirkan justru meredup. Asnawi hampir selalu mendapat tempat di timnas senior maupun muda pada era Shin Tae yong.
Bek milik Ansan Greeners—klub K League 2—itu sementara ini merupakan bos di sisi kanan pertahanan timnas.
Tapi, saat Sandy Walsh masuk timnas, posisi Asnawi terancam. Pasalnya, Sandy juga bertindak sebagai bek sayap. Umurnya pun terbilang sama-sama muda, yakni 23 tahun.
2. Pratama vs Shayne
![Pratama Arhan - Timnas Indonesia [Nhac NGUYEN / AFP]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/01/18/1-pratama-arhan-timnas-indonesia.jpg)
Pemain kedua yang terancam eksistensinya karena proyek naturalisasi adalah Pratama Arhan.
Pratama Arhan juga terbilang golden boys Shin Tae yong seperti Asnawi. Sebab, dirinya sudah pasti menjadi langgangan timnas era pelatih asal Korsel tersebut.
Pratama sebenarnya sempat kesulitan menembus skuat utama di klubnya, Tokyo Verdy. Tapi oleh Shin Tae yong, Pratama tetap dipercaya menjaga sisi kiri pertahanan timnas.
Tapi, ketika performa Pratama Arhan biasa-biasa saja di Piala AFF 2022, tak menutup kemungkinan Shin Tae yong mencoba pemain naturalisasi Shayne Pattynama untuk membentengi sisi kiri timnas.
Memang, Shayne di klubnya, Viking FK, aslinya berposisi gelandang. Tapi dirinya bisa menjelma sebagai bek sayap kiri handal.
3. Fachruddin vs Jordi Amat

Ketiga, anak emas Shin Tae yong lainnya yang terancam tergusur adalah Fachruddin Aryanto.
Untuk Fachruddin, peluangnya untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai benteng di depan kiper terbilang berat.
Pasalnya, ada sosok Jordi Amat yang sudah mencicipi kasta teratas kompetisi di Spanyol dengan lawan-lawan seperti Leo Messi.
Pada Piala AFF 2022, posisi Fachruddin di jantung pertahanan timnas masih aman. Dia menjadi tandem Jordi Amat, dan mampu menjalankan perannya secara baik.
Namun, itu karena Elkan Baggott urung membela timnas pada turnamen tersebut.
Elkan Baggott lebih memilih absen untuk tetap mempertahankan posisinya di skuat utama Gillingham FC.
Beda urusan kalau Elkan Baggott nanti sudah bisa bergabung dengan timnas untuk mengarungi Piala Asia 2023.
Sebab, ada kemungkinan Shin Tae yong memilih duet Jordi Amat – Elkan Baggott sebagai tembok besar di muka gawang.
4. Egy vs Rafael
![Egy Maulana Vikri dalam laga Piala AFF 2022 melawan Brunei Darussalam [[affmitsubishielectriccup.com]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/01/18/1-egy-maulana-vikri-dalam-laga-piala-aff-2022-melawan-brunei-darussalam-affmitsubishielectriccupcom.jpg)
Terakhir, talenta lokal keempat yang terancam posisinya adalah Egy Maulana Vikri.
Apalagi, pada Piala AFF 2022, kinerja Egy Maulana Vikri mendapat sorotan negatif.
Egy diharapkan bisa menjadi motor serangan timnas di sayap kanan. Tapi apa mau dikata, sayap Garuda senior saat itu tak mengepak saat diisi Egy.
Karena itulah, mungkin saya Shin Tae yong mau menjajal kemampuan pemain naturalisasi barunya, yakni Rafael Struick.
Rafael Struick sendiri tergolong pemain versatile di klubnya, ADO Den Hag. Dia mampu mengisi posisi striker, sayap kanan maupun kiri. [Arief Apriyadi]