metro

Kaesang Pangarep Ngidam Merenangi Dunia Politik, Jangan Sampai Jadi Problematik

Metro Suara.Com
Jum'at, 27 Januari 2023 | 20:05 WIB
Kaesang Pangarep Ngidam Merenangi Dunia Politik, Jangan Sampai Jadi Problematik
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono ((Instagram/kaesangp))

Nama Kaesang Pangarep hangat diperbincangkan, salah satunya karena saat makan malam bersama keluarga bikin kaget kakaknya tertua, Mas Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. Serta ayahnya, Presiden Joko Widodo. Sebagai catatan, dua orang terdekatnya ini memilih karier di jalur politik. Plus abang iparnya, Bobby Nasution yang menjabat sebagai Wali Kota Medan.

Dikutip dari kantor berita Antara, Abdul Hakim, pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta  mengungkap bila  putra bungsu Presiden Joko Widodo itu Kaesang Pangarep lebih tepat kalau maju di bidang eksekutif pada 2029.

"Tentu akan lebih tepat ketika menunggu Pak Jokowi selesai menjabat sebagai Presiden RI," paparnya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (27/1/2023).

"Memang untuk 2024 Pak Jokowi sudah selesai, akan tetapi masih aktif. Beliau saat itu baru saja selesai jadi presiden. Pengaruh politik masih sangat kuat karena rekam jejak sebagai presiden," lanjut Abdul Hakim.

Apalagi, tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Joko Widodo sangat tinggi. Berdasarkan survei dari LSI tingkat kepercayaan publik kepada Presiden Joko Widodo sangat tinggi, yakni 76 persen.

Melihat angka ini, artinya Presiden Joko Widodo memiliki pengaruh kuat terhadap politik elektoral di Indonesia.

"Ini pasti akan merembet ke orang-orang dekatnya, termasuk kerabat dekat, anak-anak beliau. Terbukti pada Gibran dan Bobby. Bahkan Gibran, dilihat satu periode belum selesai, elektabilitasnya di Jateng sudah sedemikian tinggi," lanjut Abdul Hakim.

Dengan majunya Kaesang Pangarep sebagai eksekutif harus dipertimbangkan secara matang. Bahkan, jika diperlukan maka bisa memulainya dengan masuk partai politik terlebih dahulu.

"Sah-sah saja (masuk partai politik), yang jadi problem ketika Mas Kaesang masuk ke eksekutif atau legislatif, ada oversuplai kekuasaan dari keluarga presiden. Banyak political power di sana," tandas Abdul Hakim.

Jika menjadi anggota partai politik, akan bagus untuk kaderisasi.

"Tapi kalau memegang kekuasaan di legislatif atau eksekutif saya kira itu problematik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI