- Menteri Keuangan per 31 Januari 2026, penerimaan negara terealisasi Rp 172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen secara tahunan.
- Realisasi pajak tumbuh signifikan 30,8 persen didorong kenaikan penerimaan bruto dan penurunan restitusi.
- Penerimaan Bea Cukai dan PNBP menunjukkan kontraksi akibat lonjakan impor 0 persen dan tidak adanya dividen perbankan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi penerimaan negara per 31 Januari 2026. Tercatat pendapatan negara naik Rp 172,2 triliun di awal 2026.
Angka itu setara 5,5 persen dari outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan pertumbuhan 9,8 persen secara year over year (YoY).
"Realisasi penerimaan negara mencapai Rp 172,7 triliun atau tumbuh sebesar 9,8 persen secara tahunan," katanya saat Rapat Kerja (Raker) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR RI yang digelar virtual, dikutip Kamis (5/2/2026).
Purbaya melanjutkan, kinerja itu ditopang oleh Penerimaan Pajak sebesar Rp 116,2 triliun yang mengalami pertumbuhan 30,8 persen yoy dengan kontribusi 4,9 persen terhadap outlook APBN.
"Pertumbuhan tersebut berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7 persen, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23 persen. Sehingga keseluruhan jenis pajak menunjukkan pertumbuhan neto positif," lanjutnya.
Bea Cukai dan PNBP negatif
Sedangkan realisasi penerimaan Bea dan Cukai mengalami kontraksi sebesar 14 persen dengan total Rp 22,6 triliun atau 6,7 persen dari target APBN.
Purbaya menyebut kalau penurunan ini dipengaruhi lonjakan impor dengan tarif 0 persen sebesar 29 persen. Faktor lain juga karena turunnya harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah dari 1.059 USD/MT menjadi 916 USD/MT.
"Terkoreksi sebesar 13,5 persen," lanjutnya.
Adapun kinerja Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga melemah dengan pertumbuhan negatif sebesar Rp 33,9 persen atau 19,7 persen yoy. Hal ini disebabkan tidak berulangnya penerimaan dividen perbankan sebesar Rp 10 triliun.
Baca Juga: Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani
"Gambaran penerimaan pajak bulan Januari ini menunjukkan bahwa kelihatannya betul-betul memang pembalikan arah ekonomi sedang terjadi. Sehingga pendapatan pajaknya tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu," jelas Purbaya.