Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?

M Nurhadi

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:07 WIB
Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?
Ilustrasi Shinhan Sekuritas [Ist]
baca 10 detik
  • PT Shinhan Sekuritas Indonesia sedang diselidiki Bareskrim Polri terkait dugaan isu manipulasi pasar saham.
  • Saham emiten yang dijamin Shinhan sering mengalami lonjakan awal ekstrem diikuti kejatuhan harga drastis.
  • Beberapa saham seperti PIPA menghadapi sorotan hukum karena dugaan manipulasi harga saham awal 2026.

Suara.com - PT Shinhan Sekuritas Indonesia jadi sorotan pasar sejak kemarin lantaran pemeriksaan yang dilakukan Bareskrim Polri terkait isu manipulasi saham.

Kinerja Shinhan sekuritas sendiri diketahui mengawal sejumlah emiten melantai di bursa (IPO) selama beberapa tahun terakhir menyajikan pemandangan yang kontradiktif.

Di satu sisi, banyak saham yang mereka tangani menawarkan keuntungan kilat bagi pemburu momentum, namun di sisi lain, risiko likuiditas jangka panjang terus menghantui para investor ritel.

Secara umum, emiten di bawah penjaminan sekuritas ini sering kali memulai debut perdana dengan lonjakan harga yang sangat agresif hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Namun, setelah fase euforia tersebut mereda, mayoritas saham ini menunjukkan volatilitas ekstrem yang cenderung mengarah pada kejatuhan harga secara drastis, yang oleh para analis sering dikaitkan dengan ciri-ciri "saham gorengan".

Mayoritas perusahaan yang dibawa oleh Shinhan Sekuritas masuk dalam kategori kapitalisasi pasar kecil hingga menengah (small-to-mid cap).

Secara alamiah, saham kategori ini sangat sensitif terhadap aksi korporasi maupun intervensi pihak tertentu. Berikut adalah beberapa catatan krusial pada portofolio mereka:

  1. Siklus "Pump and Dump": Saham seperti DADA dan PIPA mencatatkan kenaikan luar biasa di awal perdagangan, namun kemudian terjerembab ke level terendah setelah mencapai puncak spekulatifnya.
  2. Kasus Hukum: Dugaan manipulasi harga pada saham PIPA di awal 2026 menjadi sorotan tajam. Intervensi otoritas bursa dan lembaga penegak hukum pada kasus ini mempertegas adanya risiko sistemik dalam portofolio emiten yang mereka kawal.
  3. Variasi Performa: Meski didominasi saham volatil, beberapa emiten seperti KETR menunjukkan pergerakan yang relatif lebih moderat dan stabil jika dibandingkan dengan rekan sejawatnya di segmen small-cap.

Jejak Historis Saham IPO Shinhan Sekuritas

Hingga periode Februari 2026, dinamika pasar dari saham-saham afiliasi Shinhan Sekuritas dapat dirangkum sebagai berikut:

baca juga

DADA (Diamond Citra Propertindo): Melantai dengan harga perdana Rp102 dan langsung ARA di hari pertama. Sempat meroket hingga Rp240 pada Oktober 2025, sebelum akhirnya ambruk ke level Rp50.

PIPA (Multi Makmur Lemindo): Harga perdana Rp105. Sempat mencetak rekor di Rp625 pada Oktober 2025, namun kini menjadi pusat perhatian hukum setelah harganya kembali terjun bebas.

DGWG (Delta Giri Wacana): Sebagai pendatang baru di Januari 2025 dengan harga Rp230, saham ini naik 24% di hari pertama, namun tetap berada dalam radar pantauan ketat pasar.

KETR (Ketrosden Triasmitra): Dilepas di harga Rp300, saham ini naik 20% saat listing dan cenderung lebih stabil dibanding emiten lain dalam grup penjaminan yang sama.

SOUL & AEGS: Keduanya menunjukkan karakteristik saham lapis tiga dengan volume perdagangan yang sering kali tidak konsisten dan fluktuasi harga yang tinggi.

Memasuki tahun 2026, rekam jejak emiten-emiten ini mencerminkan dinamika pasar yang sangat spekulatif. Kehadiran emiten baru seperti DGWG memang sempat memberikan harapan, namun sejarah kelam emiten terdahulu yang berakhir di zona merah menjadi peringatan keras bagi pelaku pasar.


DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan data historis pasar modal dan laporan resmi mengenai aktivitas penjaminan emisi efek per Februari 2026. Pergerakan harga saham bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Penyebutan nama emiten tidak dimaksudkan sebagai anjuran jual atau beli. Investor diharapkan bijak dan melakukan analisis fundamental mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Perlahan Naik Bukit, Melesat 0,48% di Kamis Pagi

IHSG Perlahan Naik Bukit, Melesat 0,48% di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:15 WIB

Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara

Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:04 WIB

IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham

IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:54 WIB

Sempat Tertekan, IHSG Berhasil Rebound 0,29 Persen

Sempat Tertekan, IHSG Berhasil Rebound 0,29 Persen

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:52 WIB

Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham

Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:00 WIB

IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar

IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:25 WIB

Terkini

Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang

Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:43 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Ekosistem Pembiayaan di Jawa Timur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Ekosistem Pembiayaan di Jawa Timur

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Seskab Teddy Ternyata Berbohong Soal Sumber Anggaran MBG

Seskab Teddy Ternyata Berbohong Soal Sumber Anggaran MBG

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Kebakaran Hebat di Blitar, Ibu Luka Bakar Parah Saat Api Tungku Menyambar Bensin

Kebakaran Hebat di Blitar, Ibu Luka Bakar Parah Saat Api Tungku Menyambar Bensin

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara

Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Kajian PPHN di MPR Sudah Selesai, Selanjutnya Tinggal Tunggu Sikap Presiden

Kajian PPHN di MPR Sudah Selesai, Selanjutnya Tinggal Tunggu Sikap Presiden

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:36 WIB

IDI Desak Audit RS dan BPJS Usai Tragedi Yusrizal: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Diefisiensi

IDI Desak Audit RS dan BPJS Usai Tragedi Yusrizal: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Diefisiensi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea

Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Dukung Generasi Emas, BRI Peduli Bawa Program Desa BRILiaN 1.000 HPK ke Kaliurang

Dukung Generasi Emas, BRI Peduli Bawa Program Desa BRILiaN 1.000 HPK ke Kaliurang

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya

Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

×