Akhirnya Terungkap! Ini Algojo yang Bakal Tembak Mati Ferdy Sambo, Kapan Dilaksanakan?

Metro | Suara.com

Rabu, 15 Februari 2023 | 17:00 WIB
Akhirnya Terungkap! Ini Algojo yang Bakal Tembak Mati Ferdy Sambo, Kapan Dilaksanakan?
Ekspresi terdakwa Ferdy Sambo saat jalani sidang vonis kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023). (Tangkap layar)

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap salah satu terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo.

Keputusan ini disambut meriah oleh banyak warganet, apalagi karena tuntutan jaksa sebelumnya dianggap tidak memenuhi rasa keadilan publik, yakni dituntut hukuman penjara seumur hidup.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut dengan pidana mati. Perbuatan terdakwa telah menyebabkan banyak anggota Polri lainnya turut terlibat," ujar Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso, Senin (13/2/2023).

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 02/Pnps/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati yang dijatuhkan oleh Pengadilan di Lingkungan Pengadilan Umum dan Militer, yakni terpidana ditembak sampai mati.

Vonis hakim pun membuat publik bertanya-tanya mengenai detail tata cara pelaksanaan hukuman mati, termasuk siapa algojo yang akan mencabut nyawa Sambo di tempat eksekusi.

Pertanyaan inilah yang kekinian sudah terjawab. Rupanya eksekusi mati akan dilaksanakan oleh regu penembak dari Brigade Mobil (Brimob) bentukan Kepala Kepolisian Daerah di wilayah kedudukan pengadilan yang menjatuhkan pidana mati.

Lebih spesifik diatur di Pasal 10 Ayat (1) UU 02/Pnps/1964, regu tembak ini terdiri dari seorang Bintara dan 12 orang Tamtama di bawah pimpinan seorang Perwira.

Brimob sendiri merupakan salah satu kesakuan semi-militer di kepolisian. Brimob juga merupakan kesatuan tempat Richard Eliezer Pudihang Lumiu berasal sebelum ditarik menjadi ajudan Sambo.

Merujuk pada tahapan yang lebih detail di Pasal 4 Peraturan Kapolri Nomor 12 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati, eksekusi mati nantinya akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yakni persiapan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengakhiran.

Lebih detail lagi, nantinya terpidana akan diberikan pakaian yang bersih, sederhana, serta berwarna putih yang ditandai berwarna hitam tepat di bagian jantung.

Di sisi lain, regu penembak yang terdiri dari belasan anggota Brimob itu telah diminta bersiap di lokasi pidana mati sekitar 1 jam sebelum pelaksanaan.

Regu penembak akan berdiri dalam jarak 5-10 meter dari tiang pelaksanaan pidana mati. Ketika tiba waktunya eksekusi mati, terpidana akan dibawa ke tiang pelaksanaan pidana mati dengan posisi berdiri, duduk, atau berlutut, kecuali ditentukan lain oleh jaksa.

Terpidana nanti akan diberi kesempatan terakhir untuk menenangkan diri paling lama 3 menit dengan didampingi seorang rohaniawan. Nanti terpidana mati akan ditutup dengan kain hitam kecuali yang bersangkutan menolak.

Lalu dengan mengikuti aba-aba, regu tembak akan menembakkan peluru dari senjata api laras panjang yang mereka gunakan secara serentak. Setelah penembakan dilakukan, Komandan Pelaksana, jaksa eksekutor, dan dokter akan memeriksa kondisi terpidana.

Sementara untuk jadwal pelaksanaan eksekusi mati belum ditentukan lantaran vonis mati Sambo ini belum inkrah. Namun belakangan beredar kekhawatiran Sambo bisa bebas dari eksekusi mati setelah menjalani 10 tahun masa percobaan di penjara sesuai dengan Kitab Undang-Undang dan Hukum Pidana (KUHP) baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Robby Purba Menangis Usai Richard Eliezer Divonis 1,5 Tahun Penjara: Keadilan Masih Ada

Robby Purba Menangis Usai Richard Eliezer Divonis 1,5 Tahun Penjara: Keadilan Masih Ada

Your Say | Rabu, 15 Februari 2023 | 16:43 WIB

PN Jaksel Maklumi Pagar Pembatas Ruang Sidang Patah Gegara Girangnya Fans Bharada E Saat Vonis

PN Jaksel Maklumi Pagar Pembatas Ruang Sidang Patah Gegara Girangnya Fans Bharada E Saat Vonis

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 16:39 WIB

Keberanian Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Saat Tentukan Vonis Ferdy Sambo Cs Diberikan Apresiasi Penuh Mahfud MD

Keberanian Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Saat Tentukan Vonis Ferdy Sambo Cs Diberikan Apresiasi Penuh Mahfud MD

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 16:25 WIB

Bisakah Vonis Hukuman Mati Diringankan? 2 Celah untuk Ferdy Sambo

Bisakah Vonis Hukuman Mati Diringankan? 2 Celah untuk Ferdy Sambo

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 16:17 WIB

Richard Eliezer Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kejagung Masih Pikir-pikir Ajukan Banding atau Tidak

Richard Eliezer Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kejagung Masih Pikir-pikir Ajukan Banding atau Tidak

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 15:42 WIB

Vonis Hukuman Mati Ferdy Sambo Disebut Belum Inkracht, Apa Maksudnya?

Vonis Hukuman Mati Ferdy Sambo Disebut Belum Inkracht, Apa Maksudnya?

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 15:19 WIB

Terkini

THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan

THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan

Sumsel | Senin, 18 Mei 2026 | 23:59 WIB

Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal

Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal

Jakarta | Senin, 18 Mei 2026 | 23:44 WIB

Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026

Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 23:30 WIB

Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong

Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong

Sumsel | Senin, 18 Mei 2026 | 23:26 WIB

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat

Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat

Sumsel | Senin, 18 Mei 2026 | 23:13 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB