Para terdakwa obstruction of justice dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J menjalani sidang pembacaan vonis pada Kamis (23/2/2023).
Salah satunya Hendra Kurniawan, mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri yang sudah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) akibat terlibat dalam kasus Ferdy Sambo tersebut.
Kini istri Hendra, Seali Syah, berkicau menyuarakan isi hatinya lewat Instagram Story. Termasuk soal sakit hatinya lantaran sang suami terus mendapat sentimen negatif publik akibat gorengan media.
Mirisnya lagi, Seali menilai pemberitaan tersebut didasarkan pada informasi yang cenderung memiftnah Hendra. Misalnya saja Hendra dan rombongan polisi ke Jambi yang disebut melarang keluarga membuka peti mati serta melihat jenazah Nofriansyah Yosua Hutabarat.
"Atas dasar kisah tak bertanggung jawab itu, media goreng-goreng trussss hingga jadi sentimen negatif yang gak selesai-selesai dan s'olah-olah HK dan 90+++ polisi lainnya tau cerita sebener'nya..," kata Seali, dikutip pada Kamis (23/2/2023).
Bukan hanya itu, Seali ternyata juga tidak terima bila sang suami disebut antek-antek Sambo. Sebab menurutnya Sambo baru menjadi Kadiv Propam Polri pada akhir 2020. "Sementara HK, sudah dari tahun 2007 mengabdi di satuan PROPAM," tulis Seali.
"15 tahun urusin polisi nakal, kesiannn si paling abdi negara. Ampe mau di ajak jalan-jalan sekedar ke Bali aja syulitttt," lanjut wanita yang disebut saudara Ariel NOAH tersebut.
Seali menyayangkan media yang cuma memberitakan salah satu pihak hingga terus-terusan menimbulkan stigma negatif untuk sang suami. "Ngeriiii yaaah," katanya.
Tak berhenti sampai di situ. Wanita yang berprofesi sebagai pengacara tersebut menilai hukuman yang diterima suaminya sangat politis serta demi memuaskan keinginan warganet.
Seperti Hendra yang di-PTDH padahal memiliki segudang prestasi. "Kurang lebih yaa supayaaa netizen PUAS, pencitraan sangatlah penting," sindirnya.
"Kepuasan netizen itu nomor 1.. fakta hukum belakangan," sambung Seali. Bahkan demi memuaskan keinginan warganet, Seali mengaku kehilangan kesempatan untuk membela suaminya.
"Di awal aku speak up, aku dapet banyak 'peringatan', hingga akhirnya pada waktu itu aku memutuskan untuk gak main medsos.. Sedih kan bisa speak up bantu orang lain tapi gak bisa buat suami sendirii.. suruh jaga nama institusi laahh, nanti anceman hukuman HK di naikkin lahh, dll dll," jelas Seali.
Seali juga secara tersirat menyalahkan Richard Eliezer Pudihang Lumiu atas segala perkara yang menjerat suaminya. Sebab pengakuan Richard yang berbalik arah dari skenario Sambo membuat banyak polisi jadi dijerat dengan perkara obstruction of justice.
Mirisnya, menurut Seali, penegak hukum seakan menutup mata atas pernyataan Sambo bahwa para anak buahnya itu memang hanya mengikuti skenarionya tanpa mengerti seperti apa cerita yang asli. Surat pernyataan tersebut tampak diunggah pula oleh Seali di Instagram Story-nya.
"Jadi analogi simple'nya, kamu di tuduh mencuri dan gak tau bentuk barang curian kayak apa??? Terus karena keterangan 1 orang, kamu harus di hukum," tandas Seali.