Rusia kehabisan uang tahun depan akibat sanksi ekonomi yang diterapkan oleh negara-negara Barat, demikian prediksi Oleg Deripaska, salah satu oligarki dan mantan orang terkaya di Rusia.
Deripaska, konglomerat energi dan logam Rusia, memperingatkan bahwa Rusia pada tahun depan butuh investasi dari negara-negara sahabat, yang kemungkinan besar berasal dari Asia.
"Tidak ada uang tahun depan. Kita butuh investasi asing," kata Deripaska dalam sebuah konferensi investasi di Siberia, Kamis (2/3/2023).
Deripaska, yang termasuk dalam orang kaya Rusia yang disanksi oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat, mengatakan dompet Rusia kini terus menipis akibat invasi ke Ukraina yang dimulai tahun lalu.
"Itu alasan mengapa pemerintah Rusia sekarang mulai memeras kita," terang Deripaska seperti dilansir The Guardian dari Bloomberg.
Pengusaha yang mendirikan Rusal, produsen alumunium terbesar di dunia selain perusahaan-perusahaan Tiongkok, menjelaskan bahwa ekonomi Rusia sangat tertekan akibat sanksi ekonomi Barat.
Deripaska menyarankan para pebisnis Rusia untuk mencari investasi dari negara-negara lain. Ia memberi isyarat bahwa Asia bisa menjadi tempat untuk mencari dana segar untuk Rusia.
"Kita selama ini mengira bagian dari negara Eropa. Kini dan dalam 25 tahun ke depan, kita harus mengingat kembali masa lalu sebagai bagian dari Asia," ujar dia.
Prediksi ini disampaikan Deripaska tak lama setelah lembaga rating Scope dari Eropa mewanti-wanti bahwa defisit anggaran Rusia akan meningkat menjadi 3,5 persen dari GDP. Moskwa sendiri memperkirakan defisit anggaran sekitar 2 persen. Adapun pada 2022 lalu defisit Rusia mencapai 2,3 persen.
Defisit anggaran yang dialami Rusia disebabkan oleh turunnya pendapatan dari ekspor minyak serta gas. Negara-negara Eropa sudah mulai mengurangi ketergantungan pada energi Rusia sejak Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada awal 2022 kemarin.
Selain turunnya pendapatan dari ekspor energi, dompet Rusia juga terkuras akibat perang di Ukraina. Ongkos perang yang besar membuat negara tersebt tak bisa berinvestasi di bidang infrastruktur, digitalisasi, perumahan dan perlindungan lingkungan.