Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Dinda Rachmawati

Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
Anak alergi susu sapi. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Alergi pada anak, seperti alergi susu sapi, dapat mengganggu tumbuh kembang jika tidak segera dideteksi sejak dini.
  • Kalbe Nutritionals menyediakan layanan digital Allergy Smart Solution untuk memetakan risiko alergi anak melalui riwayat kesehatan keluarga.
  • Pemberian nutrisi alternatif seperti Morinaga Soya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sensitif susu sapi agar tetap optimal.

Suara.com - Alergi pada anak sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup si kecil sejak usia dini, mulai dari gangguan pencernaan, ruam pada kulit, hingga masalah tumbuh kembang apabila tidak ditangani dengan tepat.

Sayangnya, banyak orang tua masih kesulitan membedakan mana reaksi alergi dan mana keluhan biasa yang akan hilang seiring waktu. Di sinilah pentingnya kepekaan orang tua, terutama ibu, dalam mengenali perubahan kecil pada tubuh anak. 

Sebab, tanda alergi sering muncul lewat gejala ringan yang berulang, seperti kulit kemerahan, gatal, muntah, diare, perut kembung, atau anak menjadi lebih rewel setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Dokter spesialis anak, Ian Suteja, menegaskan bahwa insting ibu bukanlah bentuk kekhawatiran berlebihan. Dalam kontennya di TikTok, ia menjelaskan bahwa pengamatan ibu terhadap kondisi anak justru menjadi sinyal penting yang perlu divalidasi lebih lanjut.

“Pengamatan Bunda bukan sekadar kecemasan berlebihan, melainkan sinyal penting yang perlu ditindaklanjuti dengan validasi yang tepat,” jelas dr. Ian Suteja.

Mengapa Deteksi Dini Alergi Sangat Penting?

Salah satu alergi yang cukup sering terjadi pada anak usia awal kehidupan adalah Alergi Susu Sapi (ASS). Kondisi ini muncul ketika sistem imun anak bereaksi terhadap protein dalam susu sapi. Gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap anak, mulai dari gangguan kulit hingga masalah saluran cerna.

Karena gejalanya kerap menyerupai keluhan umum pada bayi dan balita, banyak kasus alergi baru disadari setelah kondisinya semakin berat. Padahal, deteksi sejak awal dapat membantu orang tua mengambil langkah yang lebih tepat, terutama terkait pemilihan nutrisi dan konsultasi medis.

Deteksi dini membantu orang tua untuk:

baca juga
  • Mengenali tanda awal alergi sebelum kondisi memburuk
  • Memahami faktor risiko berdasarkan riwayat keluarga
  • Menentukan pilihan nutrisi yang lebih aman bagi anak
  • Memiliki landasan data sebelum berkonsultasi dengan dokter
  • Mempersiapkan langkah pencegahan sejak masa kehamilan

Kini Cek Risiko Alergi Anak Bisa Dilakukan dalam 3 Menit

Perkembangan teknologi membuat proses deteksi awal alergi menjadi lebih praktis. Melalui Allergy Smart Solution dari Kalbe Nutritionals dan Morinaga Soya, orang tua kini bisa melakukan pengecekan risiko alergi anak secara digital hanya lewat smartphone.

Layanan ini dapat diakses melalui Allergy Smart Solution dengan proses yang sederhana. Orang tua hanya perlu mengisi data diri dan riwayat alergi keluarga, mulai dari ayah, ibu, hingga saudara kandung. Dalam waktu sekitar tiga menit, sistem akan memberikan gambaran risiko alergi anak berdasarkan faktor genetika.

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, menjelaskan bahwa pemetaan riwayat keluarga menjadi langkah penting dalam mengenali potensi alergi sejak dini.

“Deteksi dini melalui pemetaan riwayat keluarga adalah kunci utama dalam menangani risiko alergi. Allergy Smart Solution kami hadirkan agar setiap orang tua memiliki gambaran yang lebih jelas tentang kondisi anaknya," jelas dr. Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K.

Dengan hasil yang lebih terarah, kata dia orang tua dapat mengambil keputusan nutrisi yang lebih tepat dan merasa lebih percaya diri saat berkonsultasi lebih lanjut dengan tenaga medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

News | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB