Sebuah video unggahan kanal YouTube dengan 129 ribu pengikut menggegerkan dunia maya. Pasalnya disebutkan Ferdy Sambo dibuat babak belur akibat dihajar oleh rekan satu selnya.
Yang membuatnya menjadi sorotan tentu saja karena sosok rekan satu sel yang disebut-sebut menghajar Sambo, yakni mantan Kadiv Hubinter Polri, Napoleon Bonaparte.
Dalam video unggahan kanal YouTube Ramai Tv itu disebutkan Napoleon tega menghajar Sambo lantaran merasa dendam pernah dijebloskan ke dalam penjara oleh sang mantan Kadiv Propam Polri.
"Waw!! Dendam Lama Hingga Babak Belur, Dulu Dijebloskan ke Penjara oleh Sambo Kini Bertemu di Sel," seperti itulah judul videonya, dikutip pada Rabu (8/3/2023).
Sedangkan di bagian thumbnail tampak ilustrasi suasana di dalam sel tahanan, di mana Sambo terlibat adu fisik dengan seorang pria lain.
"Mampus !!! Langsung di Hajar !! Dendam Lama, Sambo Dihabisi, Satu Sel dengan Irjen Napoleon," tulis pemilik video.
Namun benarkah informasi tersebut?
PENJELASAN
Setelah didengarkan untuk cek fakta, terungkap jika video berdurasi 3 menit 15 detik itu tidak menampilkan informasi yang benar.
Baca Juga: Ibu Ini Hentikan Aksi Brutal Mario Dandy Satriyo, Sudah Ajukan Perlindungan ke LPSK
Faktanya ada ketidaksesuaian antara judul, narasi di thumbnail, dengan informasi yang disajikan di video. Pasalnya video tersebut malah mewartakan desas-desus permintaan Napoleon supaya bisa ditempatkan dalam satu sel dengan Sambo.
Namun diketahui pula Napoleon sudah mengklarifikasi isu tersebut. Ditemui pasca menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (25/8/2022), Napoleon membantah pernah membuat permintaan seperti itu.
"Kapan saya pernah ngomong itu ah? Anda pernah menemukan jejak digital kalau saya bicara itu?" tutur Napoleon.
Meski begitu Napoleon mengaku tidak akan menolak juga apabila ditempatkan satu sel dengan Sambo. "Bukan saya yang menentukan. Masa saya tolak kalau satu sel (dengan Ferdy Sambo), ya saya openi," tegasnya.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa video unggahan Ramai Tv tidak menyajikan informasi yang benar.