Alshad Ahmad saat ini tengah menjadi sorotan publik usai kabar pernikahan dan perceraiannya dengan Nissa Asyifa beredar di media sosial. Pasalnya, sepupu Raffi Ahmad itu menikah saat masih menjalin hubungan asmara dengan Tiara Andini.
Baru-baru ini, beredar kabar bahwa Nissa Asyifa muncul pertama kali di publik bersama bayi yang dilahirkannya untuk mengungkap siapa sebenarnya ayah kandung dari bayi tersebut.
Kabar itu dibagikan oleh kanal YouTube JURNAL CELEBRITY. Video yang diunggah tersebut memiliki judul "Akhirnya Nissa Asyifa dan Anak Muncul Perdana di Publik, Ungkap Kebenaran Siapa Ayah Kandung Bayinya".
Pada thumbnail pun terdapat narasi serupa yang berbunyi, "Didampingi Kuasa Hukumnya, Nissa Asyifa dan Sang Anak Muncul Perdana di Publik Ungkap Kebenaran Sosok Ayah Kandung Bayinya, Alshad Ahmad Lakukan Tes DNA?!".
Tak hanya itu, thumbnail tersebut juga menampilkan foto Alshad Ahmad, Raffi Ahmad, Nissa Asyifa, dan Hotman Paris.
Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 2.900 penayangan. Lalu benarkah Nissa Asyifa muncul di publik untuk mengungkap ayah kandung dari bayinya?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 3 menit 37 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa Nissa Asyifa muncul di publik secara terang-terangan mengungkap ayah kandung dari bayi yang dilahirkannya.
Apalagi berita Alshad Ahmad siap lakukan tes DNA juga tidak benar.
Baca Juga: Gaya Berkerudung Rachel Vennya Dihujat Warganet
Video itu hanya berisi tentang kabar pernikahan Alshad Ahmad dan Nissa Asyifa yang sebelumnya telah viral di media sosial.
Hingga akhir video, tidak ada bukti yang dapat membenarkan klaim dalam video tersebut.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Nissa Asyifa muncul pertama kalinya di publik untuk mengungkap siapa ayah kandung dari bayinya merupakan berita palsu atau hoaks.
Pengunggah video secara sengaja mengedit foto dalam thumbnail untuk menggiring opini. Tidak ada keselarasan antara isi dan judul video, sehingga video itu dapat dikategorikan sebagai misleading content.
Catatan Redaksi: