Pelaku tidak akan dibolehkan bekerja di Ancol untuk selamanya, dan korban difasilitasi ajukan pelaporan kepada pihak Kepolisian.
Akun Instagram @infojkt24 mengunggah ulang video serta keterangan korban dugaan pelecehan seksual yang terjadi di kawasan wisata kolam renang Atlantis, Ancol, Jakarta Utara.
Disebutkan bahwa seorang petugas tenant makanan di tempat itu terciduk tengah merekam pengunjung perempuan yang sedang mandi. Korban direkam menggunakan ponsel pegawai bersangkutan.
Begitu memergoki pelaku melakukan perekaman saat ia mandi, korban langsung berteriak meminta pertolongan. Pelaku panik dan mematikan rekamannya.
Dikutip dari kanal News Suara.com, Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Ariyadi Eko Nugroho menyebut pihaknya telah menindaklanjuti soal kejadian pegawai tenant makanan merekam pengunjung saat mandi. Yaitu melarang pelaku untuk bekerja lagi di kawasan Ancol.
Ariyadi Eko Nugroho menyatakan bahwa Jaya Ancol mengecam tindakan yang terjadi pada 9 April 2023. Juga meminta maaf kepada tamu yang menjadi korban dari aksi pelaku perekaman.
"Manajemen Ancol selaku pengelola Atlantis mengecam tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh salah satu karyawan mitra restoran di Atlantis. Untuk itu Manajemen Ancol meminta maaf atas kejadian tersebut," jelas Ariyadi Eko Nugroho kepada wartawan, Rabu (12/4/2023).
Disebutkan bahwa pelaku bukanlah karyawan Ancol, melainkan bekerja di pihak restoran yang menyewa kios di kawasan Atlantis, Ancol.
"Terduga pelaku yang menyelinap ke kamar bilas wanita telah diberikan sanksi larangan tidak bisa bekerja lagi di lingkungan kawasan wisata Ancol," tegas Ariyadi Eko Nugroho.
Selain itu, pihak Jaya Ancol juga menyebutkan telah memfasilitasi korban untuk melaporkan kasus ini kepada pihak Kepolisian. Serta mendukung segala proses hukum yang berlaku.
"Keamanan, kenyamanan dan keselamatan pengunjung merupakan prioritas yang paling utama bagi Ancol dan untuk itu kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan standar pelayanan operasional agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," jelas Ariyadi Eko Nugroho.
Seperti diunggah akun Instagram @infojkt24, dalam kejadian itu korban direkam menggunakan ponsel pegawai bersangkutan. Begitu memergoki pelaku melakukan perekaman saat ia mandi, korban langsung berteriak meminta pertolongan. Pelaku panik dan mematikan rekamannya.
"Kejadian hari ini aku korbannya, today kami sekeluarga renang ke @atlantiswateradventures jam 16.44 kelar renang, aku bilasan di kamar mandi cewe, pas lagi keramas (u know brrti udah buka semua). Udah ada perasaan gak enak dan niat buat tengok kanan kiri atas," jelas korban dalam unggahan itu, Rabu (12/4/2023).
Begitu memergoki pelaku tengah merekamnya, korban berteriak dan meminta pertolongan. Pelaku panik dan langsung mematikan rekamannya.
"Puji Tuhan, dia belum sempat rekam karena keburu ke'gep. Adikku langsung kejar pelaku dan dapat dan langsung diarak ke pos keamanan mereka," jelas korban.
Setelah ditangkap, petugas memeriksa ponsel milik pelaku. Hasilnya, didapati sejumlah video rekaman pengunjung yang sedang membilas di kamar mandi.
"Bahkan ada video cewe mandi full telanj*ng kejadian tanggal 11 Maret 2023 (kurang lebih hampir dua menit durasinya)," jelas korban.
Korban melaporkan masalah ini kepada Kepolisian. Awalnya laporan tidak digubris lantaran kekurangan bukti. Harapannya kini, dengan langkah yang telah diambil Jaya Ancol maka perilaku tidak senonoh pegawai tenant itu bisa ditindaklanjuti.
Tangani Seorang Pegawai Tenant Atlantis Ancol Lakukan Perekaman Saat Tamu Mandi, Ancol Berikan Sanksi Ini
Metro Suara.Com
Rabu, 12 April 2023 | 17:04 WIB
Cari Tahu
Kumpulan Kuis Menarik
BERITA TERKAIT
REKOMENDASI
TERKINI
Your Say | 22:15 WIB
Bisnis | 22:15 WIB
News | 22:08 WIB
Entertainment | 22:00 WIB
Entertainment | 21:48 WIB
Otomotif | 21:45 WIB