Lailatul qadar menjadi salah satu keutamaan yang dikejar kaum Muslim pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Pasalnya kemuliaan malam ini lebih baik dari seribu bulan.
Salah satu amalan baik untuk mendapatkan lailatul qadar adalah dengan itikaf. Sebagaimana ibadah yang lain, itikaf juga harus dilakukan sesuai niat dan tata cara yang benar, seperti ulasan yang dikutip dari Suara.com berikut ini:
Apa Itu Itikaf?
Dikutip dari muhammadiyah.co.id, itikaf berarti berdiam diri dan menetap dalam sesuatu. Pengertian itikaf di kalangan para ulama terdapat perbedaan.
Ulama Hanafi mendefinisikan itikaf sebagai aktivitas berdiam diri di masjid. Sementara ulama syafii berpendapat itikaf merupakan berdiam diri di masjid untuk melaksanakan ibadah tertentu.
Hal ini sebagaimana dicantumkan di QS Al Baqarah: 187, yang artinya, "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.
Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu.
Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.
Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid.
Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."
Kapan Itikaf Sebaiknya Dilaksanakan?
Itikaf bisa dilaksanakan setiap waktu selama bulan Ramadhan, tetapi dianjurkan pada 10 hari terakhir bulan suci tersebut.
Itikaf bisa dikerjakan dengan durasi 1-3 jam, sedangkan menurut Al Malikiyah, itikaf bisa dilaksanakan dalam waktu minimal 1 malam 1 hari.
Niat dan Tata Cara Lengkap Itikaf
Mengutip islam.nu.or.id, berikut ini adalah tata cara melaksanakan itikaf:
1. Baca niat itikaf, yang berbunyi, "Nawaitu an aktakifafiiihadzal masjidillillahita'aaalaa."
Yang artinya, "Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah."
2. Berdiam diri di masjid minimal selama tumaninah salat atau seperti durasi yang disebutkan di atas
3. Dilaksanakan di masjid yang biasa menjadi tempat salat berjemaah
Selain itu, syarat sah itikaf adalah sebagai berikut:
1. Beragama Islam
2. Sudah baligh, baik laki-laki maupun perempuan
3. Itikaf dilaksanakan di masjid, baik masjid jami maupun masjid biasa
4. Membaca niat itikaf
5. Orang yang tidak berpuasa boleh melaksanakan itikaf
Apa yang Harus Diamalkan Selama Itikaf?
Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW, berikut ini adalah amalan-amalan ibadah yang bisa dikerjakan selama itikaf:
1. Melaksanakan salat sunah, seperti tahiyatul masjid, shalat lail, dan lain sebagainya.
2. Membaca Al Quran dan tadarus Al Quran.
3. Berzikir dan berdoa.
4. Memperdalam ilmu agama, misalnya dengan membaca kitab dan lain sebagainya.