Beredar video dengan narasi Ida Dayak meninggal dunia karena kelelahan mengobati pasien yang membludak.
Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube Gosip Artis News pada Rabu (12/4/2023).
Dalam unggahannya, kanal YouTube yang telah memiliki lebih dari 37 ribu subsciber ini menuliskan judul sebagai berikut, "IBU IDA DAYAK MENINGGAL DUNIA~IDA DAYAK KELELAHAN TANGANI PASIEN~GOSIP ARTIS HARI INI".
Sementara itu, dalam thumbnail video yang dibagikan juga tertulis keterangan serupa, "KELELAHAN OBATI PASIEN YG MEMBLUDAK IBU IDA DAYAK MENINGGAL KELELAHAN".
Lalu, benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Ida Dayak meninggal dunia karena kelelahan mengobati pasien yang membludak adalah tidak benar.
Dalam unggahan berdurasi 8 menit 1 detik tersebut sama sekali tidak menguraikan dan memberikan bukti valid terkait klaim yang telah ditulis di bagian judul video. Pasalnya, tayangan ini hanya berisi beberapa potong video dan foto yang diedit menjadi satu.
Selain itu, narator dalam video ini justru mengulas soal kabar hoaks meninggalnya Ida Dayak dan Pesulap Merah yang meragukan adanya kesaktian Ida Dayak dalam mengobati pasien.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Tempat Wisata Hits Kuningan Jawa Barat, Ada Water Park hingga Perkemahan
Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai klaim Ida Dayak meninggal dunia karena kelelahan mengobati pasien.
Simpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar meninggalnya Ida Dayak adalah tidak benar.
Informasi yang disebarkan kanal YouTube Gosip Artis News tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi.