Sudah menjadi kodrat seorang wanita mengalami menstruasi atau datang bulan. Bersamaan dengan itu, wanita Muslim juga dilarang beribadah karena dalam kondisi berhadas besar.
Namun ternyata wanita Muslim yang haid saat Hari Raya Idul Fitri masih bisa merasakan nikmatnya beribadah di hari kemenangan.
Hal ini seperti diungkap oleh Ustaz Abdul Somad dalam sebuah kajian yang diunggah oleh kanal YouTube Waktu Indonesia Barat.
Dalam penjelasannya, Ustaz Abdul Somad memerintahkan wanita Muslim yang sedang berhalangan untuk tetap dibawa ke tempat salat Idul Fitri diselenggarakan.
"Perempuan yang, maaf maaf cakap, sedang berhalangan tetap dibawa salat Id," tutur Ustaz Abdul Somad, lalu mengutip perkataan dari sahabat Nabi Muhammad SAW.
"Kami diperintahkan mengeluarkan perempuan yang sedang halangan untuk dibawa ke lokasi tapi tidak salat," lanjutnya, seperti dikutip pada Kamis (20/4/2023).
Lantas untuk apa mereka dibawa ke sana apabila tidak salat?
"Untuk apa? Mendengar khutbah," jawab Ustaz Abdul Somad.
"Makanya khatib itu (berkhutbah dengan) keras, itulah kesempatan. Lalu kemudian pakai mikrofon yang tajam supaya masuk ke telinga suara khatibnya," tandas ulama yang akrab disapa UAS tersebut.
Baca Juga: Idul Fitri 2023 Jadinya Jumat atau Sabtu? Simak Live Streaming Sidang Isbat Hanya di Sini
Dengan demikian, jelas lah apabila ibadah yang dimaksud untuk wanita Muslim yang sedang berhalangan salat adalah dengan mendengarkan khutbah Idul Fitri.
Sementara untuk pelaksanaan salat Idul Fitri sendiri, seperti dikutip dari Suara.com, adalah sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Umumnya salat Idul Fitri diselenggarakan di sebuah tanah lapang secara berjemaah.
Adapun sebelum salat dimulai, umat Islam diwajibkan membaca niat dengan bunyi seperti berikut:
"Ushalli sunnatan li idi fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati ada'an imaman/ma'muman lillahi ta'ala."
Yang artinya, "Aku berniat salat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."