Ferdy Sambo dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Setelah banding ditolak oleh hakim, Ferdy Sambo saat ini tetap dijatuhi hukuman mati.
Namun, baru-baru ini beredar kabar bahwa upacara pemakaman Ferdy Sambo digelar tiga hari setelah Idulfitri, di mana Bharada E atau Richard Eliezer turut hadir bersama pengacaranya, Ronny Talapessy.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Lintas Informasi yang mengunggah video singkat berjudul "TEPAT 3 HARI SETELAH IDUL FITRI UPACARA PEMAKAMAN FERDY SAMBO DIHADIRI BHARADA E DAN RONNY".
Dalam thumbnail tampak narasi yang menyebutkan bahwa Bharada E memberi penghormatan kepada jenazah Ferdy Sambo. Terlihat pula potret Bharada E membawa karangan bunga di depan peti mati yang telah dikawal oleh anggota TNI.
Hingga kini, video tersebut telah disaksikan sebanyak lebih dari 148.000 penayangan. Lantas, benarkah upacara pemakaman Ferdy Sambo dilaksanakan tepat tiga hari setelah Idulfitri?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 2 menit 29 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa upacara pemakaman Ferdy Sambo dilaksanakan tiga hari setelah Idulfitri.
Faktanya, saat ini Ferdy Sambo masih hidup dan ditahan di Mako Brimob, sehingga kabar upacara pemakamannya merupakan informasi palsu.
Selain itu, foto yang digunakan dalam thumbnail juga tidak berkaitan dengan kasus Ferdy Sambo. Foto tersebut merupakan foto yang telah diedit atau direkayasa.
Baca Juga: Kakang Rudianto Siap Kerja Keras bersama Persib Bandung pada Liga 1 Musim Depan
Hingga akhir video, tidak ada penjelasan kredibel terkait klaim upacara pemakaman Ferdy Sambo sebagaimana yang tertera di judul.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar upacara pemakaman Ferdy Sambo dilaksanakan tiga hari setelah Idulfitri merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].