Mario Dandy dikabarkan babak belur hingga bagian kepalanya berdarah. Dalam sidang perdana kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy terhadap David Ozora membuat ayah korban, Jonathan Latumahina enggan melepaskan pelaku.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube La_Mis yang mengunggah video berjudul "Mario Dandy Babak Belur! Ayah David Ozora Tak Akan Lepaskan Para Tersangka dengan Mudah".
Dalam thumbnail unggahan terdapat keterangan yang berbunyi, "Drama Sidang Mario, Anak Rafael Babak Belur, Ayah David Tak Akan Lepaskan Para Pelaku Dengan Mudah".
Tampak bagian dahi di kepala Mario Dandy mengeluarkan darah. Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 200 penayangan. Lantas, apakah benar Mario Dandy babak belur di sidang perdananya?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 2 menit 44 detik di atas, tidak ditemukan adanya bukti valid maupun pernyataan secara resmi yang menyebut bahwa ada insiden di sidang pertama yang menyebabkan Mario Dandy babak belur.
Alih-alih memberikan penjelasan dari sumber kredibel, narator dalam video hanya memasukkan cuplikan wawancara ayah David Ozora yang memberitahu kabar terkini terkait kesehatan putranya setelah dianiaya Mario Dandy dan koma.
Tak hanya itu, pengunggah video juga menampilkan siaran selama sidang perdana tersebut. Namun hingga akhir video, tidak ada informasi soal kepala Mario Dandy yang berdarah ataupun babak belur, seperti yang diklaim pada judul.
Foto kepala Mario Dandy yang berdarah pun hanyalah editan. Isi video tidak berhubungan dengan judul yang tertera.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Mario Dandy babak belur hingga kepalanya berdarah merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].