Lionel Messi dikabarkan batal datang ke Indonesia dan tidak mengikuti laga Indonesia vs Argentina. Namun kabar terbaru, disebut bahwa Lionel Messi telah berubah pikiran karena PSSI telah mengantongi perjanjian resmi.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Kreator Bola yang mengunggah viddeo singkat berjudul "YESS BERUBAH FIKIRAN!! MESSI OTW KE INDONESIA BERKAT PSSI - TIMNAS LANGSUNG SEMANGAT".
Dalam thumbnail video terdapat narasi yang berbunyi, "Lobby ke Federasi Argentina Sukses Yakinkan Messi OTW Ke Indonesia, Perjanjian Resmi Ke Indonesia Dipegang Erik Thohir".
Tampak Erick Thohir memegang selembar kertas dengan kolase foto Lionel Messi. Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 200 penayangan.
Namun, benarkah Lionel Messi berubah pikiran dan langsung datang ke Indonesia untuk ikut dalam pertandingan Indonesia vs Argentina?
CEK FAKTA:
Informasi yang mengklaim bahwa Lionel Messi berubah pikiran dan memutuskan untuk datang ke Indonesia adalah salah.
Setelah menonton video berdurasi 3 menit 4 detik di atas, narator hanya memasukkan kutipan dari Ahmad Riyadh selaku Exco PSSI. Ia mengacu pada agenda Argentina di Indonesia, dengan catatan Lionel Messi masih terjadwal hadir di Indonesia.
Meski begitu, Ahmad Riyads meminta masyarakat untuk berdoa agar Lionel Messi dapat hadir di Indonesia. Dengan kata lain, tidak ada kepastian 100 persen bahwa Lionel Messi akan datang ke Indonesia.
Baca Juga: Putri Anne Lempar Kode Menyesal Berubah Demi Dicintai Orang Lain, Sindir Arya Saloka?
Namun hingga akhir video, tidak ada bukti valid maupun penjelasan secara akurat terkait klaim Lionel Messi berubah pikiran dan langsung datang ke Indonesia.
Foto yang digunakan dalam video tersebut juga tidak ada kaitannya dengan lobi PSSI kepada federasi Argentina. Foto tersebut hanyalah rekayasa untuk memanipulasi keadaan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar PSSI berhasil melobi federasi Argentina hingga Lionel Messi berubah pikiran dan datang ke Indonesia merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].