Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:39 WIB
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan di acara Sosialisasi DTSEN bersama seluruh camat, kepala desa dan pilar-pilar sosial di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026) (Dok: Kemensos)

Suara.com - Pemerintah terus berikhtiar mengentaskan kemiskinan dengan cara menyempurnakan data tunggal serta perluasan digitalisasi bansos. Upaya ini memerlukan peran aktif kepala desa agar bantuan sosial tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tidak memungkiri masih ada bantuan pemerintah yang kurang tepat sasaran. Lantaran itu dia mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah hingga tingkat desa berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penyaluran bantuan sosial dan program-program pemberdayaan untuk mengentaskan kemiskinan.

"Kalau data kita akurat, maka program kita pasti akan tepat sasaran. Itulah ajakan kita hari ini dan kita harapkan bisa ditindaklanjuti di desa masing-masing (sesuai) arahan Bapak Presiden Prabowo,” kata Gus Ipul dalam acara Sosialisasi DTSEN bersama camat, kepala desa dan pilar-pilar sosial di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini anggota Komisi VIII DPR RI Saiful Nuri, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, serta jajaran para pejabat tinggi Kemensos dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Gus Ipul menegaskan, pemutakhiran data harus dilakukan secara berkelanjutan agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian temuan bantuan sosial tidak tepat sasaran karena data yang digunakan belum akurat dapat diminimalisir.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama salah satu murid di acara Sosialisasi DTSEN di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026) (Dok: Kemensos)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama salah satu murid di acara Sosialisasi DTSEN di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026) (Dok: Kemensos)

“Intinya bagaimana kita bisa melakukan pemutakhiran data setiap hari, sehingga data kita benar-benar sesuai dengan kenyataan di lapangan,” ujarnya.

Gus Ipul menyebut, DTSEN yang dimutakhirkan berkala menjadi kunci untuk meningkatkan akurasi data. Begitu pula digitalisasi bansos yang tengah gencar diperluas cakupannya.

“Dengan menggunakan DTSEN (yang) kita mutakhirkan, lalu ditambah lagi dengan digitalisasi bansos, ya kita harapkan tidak ada lagi keluarga-keluarga atau individu yang memerlukan perlindungan tapi tidak terdata,” terangnya.

Ia menjelaskan, BPS akan merilis hasil pemutakhiran data secara berkala setiap tiga bulan. Namun, proses pembaruan data dapat dilakukan setiap hari melalui berbagai jalur, baik jalur formal mulai dari RT dan RW hingga pemerintah kabupaten dan kota, maupun melalui partisipasi masyarakat.

baca juga

Menurut Gus Ipul, Kemensos telah menyiapkan sejumlah kanal usul-sanggah, di antaranya call center 171 yang beroperasi 24 jam, layanan WhatsApp 08877-171-171 dan fitur Aplikasi Cek Bansos.

“Saluran-saluran itu mohon digunakan dengan baik karena sesuai arahan Pak Presiden Prabowo kita harus terbuka. Kita harus terbuka terhadap partisipasi masyarakat. Sudah tidak bisa lagi kita menutup-nutupi data, tapi justru sebaliknya masyarakat diajak ikut untuk memperbaiki data kita,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, terkait program Digitalisasi Bansos dengan acuan DTSEN, saat ini tengah dimulai uji coba di 40 kabupaten dan kota dan 1 provinsi setelah sebelumnya dilakukan piloting di Banyuwangi. Program tersebut melibatkan lintas kementerian, mulai dari Kemensos, Komdigi, KemenPAN-RB, BPS hingga Dewan Ekonomi Nasional.

“Kalau ini nanti sukses, maka kita akan mulai luncurkan di seluruh Indonesia,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul mengungkapkan, evaluasi Digitalisasi Bansos di Banyuwangi menunjukkan ketidaktepatan sasaran masih tinggi. Penggunaan data lama menyebabkan kesalahan penyaluran hingga 77 persen. Setelah menggunakan DTSEN, kesalahan turun menjadi 28 persen.

“Harapannya agar nanti errornya (jadi) di bawah 10 persen (hingga) 5 persen,” jelas Gus Ipul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan

7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:37 WIB

Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan

Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 22:06 WIB

Di Sidoarjo, Gus Ipul Ajak Camat Hingga Kades Bersama Perbarui Data

Di Sidoarjo, Gus Ipul Ajak Camat Hingga Kades Bersama Perbarui Data

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:17 WIB

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:47 WIB

Kemensos Bidik 400 Ribu Lansia dan Disabilitas Akan Dapat MBG

Kemensos Bidik 400 Ribu Lansia dan Disabilitas Akan Dapat MBG

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:45 WIB

Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026

Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026

News | Senin, 02 Februari 2026 | 22:13 WIB

Terkini

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

Cara Membuat Kue Bolu dengan Magic Com, Hasil Lembut Matang Merata Anti Gagal

Cara Membuat Kue Bolu dengan Magic Com, Hasil Lembut Matang Merata Anti Gagal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 07:54 WIB

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:49 WIB

Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat

Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 07:46 WIB

Langsung Telepon Atlet! Prabowo Ucapkan Selamat Usai Indonesia Sabet Emas Pertama Asian Games 2026

Langsung Telepon Atlet! Prabowo Ucapkan Selamat Usai Indonesia Sabet Emas Pertama Asian Games 2026

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:43 WIB

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 07:30 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:28 WIB

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 07:25 WIB

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:24 WIB

×