Mantan pelatih Persib Bandung, Mario Gomez dikabarkan memohon untuk bisa bergabung kembali ke klub. Namun ketika baru tiba di Kota Bandung, pelatih asal Argentina itu langsung diusir oleh Persib.
Kabar penolakan Mario Gomez tersebut dibagikan oleh kanal YouTube LIGANYA DAGELAN yang mengunggah video berjudul "BARU TIBA DI BANDUNG LANGSUNG DITOLAK!! Pelatih Argentina Memohon Sujud Gabung Persib, Tapi Non Tipe".
Pada thumbnail video terdapat keterangan dengan narasi yang berbunyi, "Tiba di Kota Bandung Langsung Diusir, Pelatih Argentina Menangis Ditolak ke Persib".
Tampak seorang pembawa berita dengan kolase gambar Mario Gomez tengah berpamitan dengan banyak orang dan berada di bandara.
Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 7.500 penayangan. Namun, benarkah pelatih Argentina langsung ditolak oleh Persib ketika datang ke Bandung dan meminta bergabung kembali?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 2 menit 24 detik di atas, klaim yang menyebut bahwa pelatih Argentina memohon sujud untuk bergabung ke Persib Bandung adalah informasi salah.
Pengunggah video hanya memasukkan cuplikan ketika Mario Gomez pernah melatih Persib. Narator hanya membacakan kembali berita terkait Mario Gomez mengunggah masa-masa nostalgia kala ia bergabung di Persib Bandung.
Namun hingga akhir video, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan secara resmi yang menyebutkan bahwa pelatih Argentina diusir Persib saat tiba di Bandung.
Baca Juga: Bongkar Kebiasaan Dewi Perssik Sebelum Berhubungan Intim, Saipul Jamil: Dia Suka Nonton Bokep
Setelah ditelusuri dari situs resmi Persib, hingga saat ini pun Persib Bandung belum mengumumkan siapa pelatih yang akan menggantikan Luis Milla.
Foto yang ditampilkan pada thumbnail video merupakan rekayasa belaka untuk menggiring opini. Isi video terbukti tidak sesuai dengan judul yang tertera.
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar pelatih asal Argentina Mario Gomez ditolak oleh Persib ketika baru tiba di Bandung adalah berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].