Narasi memaksakan informasi bahwa Presiden RI tidak nyaman dengan pilihan Anies Baswedan ke kontestasi Pemilu tahun depan.
Anies Baswedan adalah calon presiden atau capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Sedangkan Gatot Nurmantyo adalah mantan Panglima TNI berpangkat jenderal yang digantikan Marsekal Hadi Tjahjanto (8/12/2017).
Adapun penggantian ini disebabkan masa pensiun Jenderal Gatot Nurmantyo per 1 April 2018. Di luar itu, beredar berita bahwa ia dipensiunkan karena mengarahkan anak-anak buah menonton film G30S PKI.
Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun YouTube bernama Jejak Politik mengunggah video berjudul "JOKOWI TERKEJUT!!GATOT NURMANTYO RESMI CAWAPRES ANIES PILIHAN RAKYAT DI 2024".
Foto thumbnail adalah sosok Anies Baswedan dan disampingnya seseorang dengan wajah dilingkari sebagai penunjuk itulah wajah Gatot Nurmantyo. Kemudian wajah berbagai elite politik seperti AHY, Surya Paloh, Airlangga Hartarto, dan sebagainya.
Tulisan pengantarnya, "BERITA VIRAL HARI INI ...!!! ANIES UMUMKAN HARI INI GATOT NURMANTYO RESMI CAWAPRES ANIES 2024 PILIHAN RAKYAT".
PENJELASAN
Turnbackhoax.id mengadakan penelusursan dan hasilnya judul tidak sesuai dengan isi dari video yang diunggah. Video yang berdurasi 8 menit 1 detik itu tidak membahas Gatot Nurmantyo yang resmi menjadi cawapres Anies Baswedan pada pilpres 2024.
Unggahan hanya menarasikan artikel karya Edy Arsyad berjudul "Penunjukan Gatot Nurmantyo Jadi Cawapres Anies Dinilai Bisa Berbahaya, Karena Hal Ini.." yang diunggah di laman Fajar.co.id pada 13 Januari 2023.
Artikel ini membahas tentang penunjukan Gatot Nurmantyo sebagai cawapres Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 bisa menjadi hal yang berbahaya jika Partai Demokrat tidak menyetujui hal ini.
KESIMPULAN
Video berjudul "JOKOWI TERKEJUT!!GATOT NURMANTYO RESMI CAWAPRES ANIES PILIHAN RAKYAT DI 2024" memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].